| Jelang Ramadan, Jalur Gaza Dibuka |
| Sabtu, 30 Agustus 2008 | |
|
Laporan JPNN, GAZA
Setelah berbulan-bulan lamanya terjebak di jalur Gaza, sekitar 300 warga Mesir akhirnya dapat berkumpul kembali dengan keluarga mereka. Ini karena sejak kemarin (30/8) hingga hari ini, pemerintah Mesir kembali membuka perbatasan Jalur Gaza untuk memperingati datangnya bulan Ramadhan. Niat baik pemerintah Mesir tersebut disambut baik oleh Kelompok Hamas. ‘’Kami berterimakasih kepada Presiden Mesir, Hosni Mubarak, untuk pembukaan Jalur Gaza hari ini, dan kami berharap pembukaan ini dapat berlanjut,’’ ujar Perdana Menteri Hamas Ismail Haniyeh, dalam keterangan presnya. Hari itu tidak hanya menjadi kebahagiaan warga Mesir yang akan kembali ke rumahnya, namun juga kebahagiaan pelajar-pelajar Palestina yang berniat meneruskan kuliah ke luar. Meraka diberi kesempatan untuk keluar dari Gaza lengkap dengan pelayanan pengurusan visa kerja dan kependudukan sementara. Sementara, kesempatan langka ini juga dimanfaatkan sekitar 400 warga Palestina yang membutuhkan pengobatan medis. Mereka akan dirujuk ke rumah sakit Mesir Ahad ini. Antusias warga sangat terlihat karena dari subuh mereka sudah berkumpul di selatan kota Khan Younis. Disanalah aplikasi mereka akan diproses. Sedikitnya empat bus disediakan dan ratusan polisi terlihat berjaga-jaga untuk mengamankan penyebrangan ini. Wilayah Rafah mulai ditutup pemerintah Mesir sejak Juni tahun lalu, ketika kelompok Hamas mulai melebarkan kekuasaannya di Jalur Gaza. Penutupan ini otomatis mengisolasi sekitar 1.5 juta penduduk di Jalur Gaza. Sesekali Mesir dan Israel membukan jalur tersebut hanya untuk bantuan kemanusiaan dan aliran barang komersial.(poe/ekk) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




