| 15 SKPD Capai Target PAD di Atas 100 Persen |
| Jumat, 29 Agustus 2008 | |
|
BANGKINANG (RP) - Sebanyak 15 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar berhasil merealisasikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun 2007 di atas 100 persen.
Hal ini diungkapkan oleh Bupati Kampar Drs H Burhanuddin Husin MM, saat memberikan jawaban pemerintah terhadap pandangan umum anggota DPRD Kampar atas penjelasan pemerintah tentang laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun 2007, Kamis (28/8) di Kantor DPRD Kampar. Hadir dalam sidang DPRD tersebut, Ketua DPRD Kampar H Masnur SH, Sekda Kampar, Drs H Zulher MS, para kepala dinas dan para anggota DPRD Kampar. 15 SKPD tersebut antara lain Dinas PU Kimpraswil, Bagian Administrasi Pembangunan, Bagian Keuangan, Bagian Hukum, Dinas Tenaga kerja, Dinas Kesehatan, Dinas Perkebunan, Dinas Perikanan, Dinas Pendapatan Daerah, Bappedalda, Bagian Perekonomian, Kantor Kebersihan, Dinas Kehutanan dan Dinas Peternakan. Bupati menjelaskan bahwa 15 SKPD yang pencapaian target tertinggi dicapai oleh Dinas PU Kimpraswil yakni 231,43 persen. Sedangkan SKPD yang realisasi pencapaian target PAD-nya di bawah seratus persen adalah Dinas Pertanian Tanaman Pangan 94,96 persen, Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar 87,52 persen, Dinas Perhubungan dan Pariwisata Seni dan Budaya 74,69 persen dan Rumah Sakit Umum Daerah 52,51 persen. Mengenai realisasi kinerja pendapatan tahun 2006 dan 2007, Bupati menilai secara umum kinerja SKPD tahun 2007 lebih baik dari tahun sebelumnya. Hal ini ditandai dengan terjadinya kenaikan penerimaan pendapatan hampir di semua sektor kecuali dari sektor bagi hasil minyak bumi. Sektor PAD pajak daerah, realisasi tahun 2007 sebesar Rp5.120.494.494, sedangkan 2006 hanya sebesar Rp3.761.292.407, berarti terjadi kenaikan sebesar Rp1.359.202.086 atau naik 36,14 persen. Retribusi daerah naik 24,39 persen dari Rp8.366.166.511 pada tahun 2006. Hasil kekayaan daerah yang dipisahkan naik 2,95 persen. Lain-lain PAD yang sah, naik dari kisaran Rp32 miliar menjadi Rp42 miliar atau naik 10 persen lebih. Namun dalam jawaban itu, Bupati juga menyampaikn terjadinya penurunan yang cukup besar pada sektor dana perimbangan yang hanya terealisasi sebsar Rp1.016.078.064.265 dari tahun 2006 sebesar RP1.177.627.819.697. berati terjadi penurunan sebesar Rp161.549.755.432 atau 13,72 persen. Penurunan ini diakibatkan oleh harga minyak di pasaran yang fluktuatif sehingga berdampak langsung terhadap Kabupaten Kampar sebagai salah satu daerah penghasil minyak bumi yang merupakan sumber utama pendapatan bagi Kabupaten Kampar.(why) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




