| Perlu Bangun Jembatan Selat Ringgit |
| Jumat, 29 Agustus 2008 | |
|
Laporan Ruslan, Merbau
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
Untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat, tidak cukup hanya dengan memberikan bantuan modal. Pembanguan infrastruktur merupakan salah satu keperluan yang sangat fital. Dengan tersedianya infrastrutktur yang resprentatif, akan mempermudah masyarakat dalam mengakses pasar yang menjadi sentra perputaran ekonomi masyarakat salah satu di antarnya pembangunan jembatan Selat Ringgit yang menghubungkan antara Pulau Merbau dengan Pulau Tebing Tinggi. Menurut Mustafa (45) warga Pulau Merbau kepada Riau Pos, Kamis (28/8) di Teluk Merbau, Kecamatan Merbau, salah satu kendala yang meyulitkan masyarakat memasarkan prodok pertaniannya ke pasar Selatpanjang adalah terbatasnya sarana infrastruktur. Untuk ke Selaptanjang, masyarkat 11 desa di Pulau Merbau terpaksa harus menggunakan motor pompong. ”Hal ini jelas tidak efektif, selain muatanya terbatas juga memakan waktu yang lama. Akan lebih efektif lagi kalau Pemkab Bengkalis membangun jembatan yang menghubungkan antara Pulau Merbau dengan Pulau Tebing Tinggi melalui Selat Ringgit,” sebut Mustafa. Menurut Mustafa, pembangunan jembatan Selat Ringgit ini bukan satu hal yang mustahil. Persoalannya, Pemkab Bengkalis juga sudah membangun akses jalan yang menghubungkan antara kedua Pulau Merbau dan Tebing Tinggi tersebut. Pembanguna jalan dengan lebar 12 meter tersebut terputus di bibir Selat Ringgit yang lebarnya tidak sampai 100 meter. Dengan memanfaatkan akses jalan yang baru dibangun tersebut, masyarakat lebih mudah mencapai Kota Selatpanjang dengan menggunakan sepeda motor. Hanya saja kendalanya, terpaksa harus menyeberang Selat Ringgit dengan menggunakan sampan dayung selama 15 menit. Meskipun demikian, hal ini tetap tidak efektif selain terbatasnya kemampuan untuk menyeberangkan kendaraan juga tidak bisa ditempuh 24 jam. Hal inilah yang menjadi pertimbangan masyarakat meminta Pemkab Bengkalis membangun jembatan Selat Ringgit. Dalam pada itu Camat Merbau Nazli saat dikonfirmasi Riau Pos juga mengungkapkan hal yang sama. Menurut Nazli, dengan dibukanya akses jalan poros di Pulau Merbau membuka keterisoliran 11 desa di pulau tersebut. Hanya saja untuk mencapai kota Selatpanjang masyarkat di 11 desa tersebut harus berlayar menggunakan motor pompong selama 1-2 jam. Hal ini jelas tidak efektif, selain terbatasnya muatan juga memakan waktu. “Memang dengan dibangunnya jalan poros di Pulau Merbau, 11 desa di pulau tersbut bisa keluar dari keterisoliran. Namun untuk mengakses pusat Kota Selatpanjang, masyarakat terpaksa harus berlayar dengan motor pompong. Jadi, kalau masyarakat meminta dibangunkan jembatan Selat Ringgit itu hal yang realistis. Soalnya, dengan dibangunya jembatan masyarakat lebih mudah mencapai Kota Selatpanjang dengan kendaraan roda dua melalui Kecamatan Tebing Tinggi Barat. Yang lebih penting lagi, dengan dibangunnya jembatan tersebut, Pulau Merbau akan terangkai dengan Pulau Tebing Tinggi, dengan demikian program merangkai pulau bisa teralisasi,” papar Nazli.*** |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




