| 2009 Tak Ada Lagi SD Rusak |
| Jumat, 29 Agustus 2008 | |
|
PEKANBARU (RP)- Peserta didik dan pelaku pendidikan di Riau, khususnya jenjang pendidikan sekolah dasar (SD) boleh bernafas lega karena tak akan lagi menjalani proses belajar mengajar di gedung yang serba terbatas dan rusak. Pasalnya, pemerintah berjanji pada 2009 mendatang akan menuntaskan perbaikan seluruh gedung SD yang masih rusak.
‘’Pemerintah menargetkan pada 2009 mendatang akan memperbaiki seluruh gedung SD yang masih rusak. Karena itu silahkan menyampaikan laporan disertai dengan bukti-bukti kuat bila masih ada SD di daerah, termasuk Riau yang rusak,’’ ungkap Direktur Pembinaan TK dan SD Departemen Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) Drs Mujito di Pekanbaru. Untuk memperbaiki gedung sekolah dasar yang masih rusak ini, pemerintah kata Mujito, pada 2008 mendatang mengalokasikan dana sebesar Rp9 triliun di APBN. Diinformasikan Mujito, data terbaru di Depdiknas RI, saat ini dilaporkan terdapat sekitar 35 ribu ruang kelas SD yang rusak di Indonesia. Untuk satu ruang kelas diperkirakan memerlukan dana untuk perbaikan sebesar Rp50 juta. Alokasi dana untuk perbaikan ruang kelas SD yang rusak ini terang Mujito, seiring pula dengan keputusan pemerintah untuk mengalokasikan sebesar 20 persen APBN atau Rp224 triliun lebih untuk sector pendidikan. Ini telah sesuai pula dengan amanah Undang-Undang Dasar. Disamping itu pemerintah menjadikan pendidikan sebagai instrumen untuk memajukan atau menyejahterakan masyarakat dimasa mendatang. ‘’Memajukan pendidikan akan berdampak pada kemajuan masyarakat. Artinya, bila pendidikan di sebuah negeri telah maju, maka masyarakatnya pun akan bisa maju, untuk itulah pemerintah mengalihkan instrumen mensejahterakan masyarakat ini dari sebelumnya melalui sektor ekonomi menjadi sektor pendidikan,’’ ujarnya.(kaf) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




