| Penuh Ambisi |
| Jumat, 29 Agustus 2008 | |
|
Laporan JPNN, Monaco
MUSIM lalu Manchester United sukses merengkuh double winners (Liga Champions dan Premier League). Musim ini, tim berjuluk The Red Devils itu bertekat untuk menyapu bersih semua ajang yang diikuti. Salah satunya adalah trofi Piala Super Eropa. Dini hari nanti di Stade Luis II Monaco, United akan menghadapi jawara Piala UEFA, Zenit St. Petersburg untuk menentukan siapa jawara Eropa sejati. Demi gengsi, pelatih United, Alex Ferguson pun menyatakan bahwa gelar Piala Super Eropa ibarat memenangkan Piala Dunia. Karena itu, manajer yang sudah lebih dari dua dasarwarsa mengarsiteki United ini menyiapkan skuad terbaiknya untuk menghadapi Zenit. “Saya pikir, kami akan melihat Piala Super Eropa sebagai satu pertandingan yang ingin kami menangkan,” kata Ferguson seperti dilansir Associated Press. “Laga ini akan menjadi kesempatan bermain bagi Anderson yang baru kembali dari Olimpiade, Nani yang selesai menjalani larangan tanding, dan Neville jika benar-benar siap bermain. Saya nilai, mereka akan menjadi tiga figur pada laga mendatang. Patrice Evra dan Wayne Rooney juga akan dilibatkan. United akan bermain dengan squad terbaik,” sambungnya. Namun, United belum bisa menurunkan Michael Carrick, Cristiano Ronaldo, dan Ryan Giggs yang cedera. Ferguson menyatakan timnya United ingin melupakan kegagalan di Piala Super Eropa 1999. Di mana United yang saat itu berhasil mengukir treble winners (Liga Champions, Premier League, dan Piala FA) dikalahkan Lazio di Piala Super. “Saya ingin menang. Saya ingat pertama kali kami bermain di ajang sini. Saya hanya bisa memainkan setengah dari skuad utama saya. Sebab, ketika itu kami akan bermain melawan Newcastle pada Seninnya,” ungkap Fergie. “Ketika saya melihat Lazio merayakan gelar juara itu, mereka seperti memenangkan Piala Dunia. Saya tidak senang dengan hal itu. Jadi, hal itu tidak akan terulang,” tegasnya. Sepanjang karirnya Ferguson sudah dua kali meraih trofi Piala Super Eropa. Yaitu bersama Aberdeen pada 1983 (menang atas Hamburg) dan bersama United pada 1991 (menang atas Crvena Zvezda). Torehan itu tampaknya membuat pelatih Zenit St Petersburg, Dick Advocaat, respek. Entah bermaksud sekadar merendah atau justru ingin membuat lawan lengah Advocaat pun menyebut Fergie sebagai manajer terbaik di dunia. “Dia tak hanya manajer terbaik di Eropa, tapi juga yang terbaik di dunia,” cetus pelatih asal Belanda itu seperti dilansir Sportinglife. “Seorang pelatih tak bisa bertahan selama itu dan tetap berada di level tertinggi jika tak memiliki kemampuan yang luar biasa. Jadi, bagi saya, dia adalah manajer teraik di dunia. Semua harus belajar dari dia. Saya sudah tahu Sir Alex tapi belum pernah melawannya. Maka, saya akan mempersiapkan diri untuk pertandingan yang saya kira akan berjalan sulit,” beber Advokaat. Sementara itu, Zenit akan tampil tanpa Andrei Arshavin yang “ngambek” karena tidak juga dilepas ke klub lain. “Di otak Arshavin sekarang tengah banyak yang dipikirkan,” kata Dick Advokaat, pelatih Zenit seperti dilansir BBC.(ali/ted) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




