Selasa, 02 Desember 2008 || 3 Zulhijah 1429 Hijriah
Total SportMusuh Abadi

Sabtu, 22 November 2008

article thumbnail

Teras UtamaTak Ada Solusi Atasi Krisis Global dalam APEC

Senin, 24 November 2008

article thumbnail

Anwar Ibrahim Dilantik, Ahmad Badawi Tak Hadir
Jumat, 29 Agustus 2008
Laporan JPNN, Kuala Lumpur
Resmi sudah Anwar Ibrahim kembali menjadi anggota parlemen. Rabu (28/8) adalah hari pertama Anwar kembali menjadi salah satu wakil di parlemen setelah mengalahkan wakil Barisan Nasional (BN) Arif Shah Omar Shah dalam pemilu sela di Permatang Pauh, Selasa (26/8).

‘’Saya bahagia bisa kembali setelah satu dekade. Menyenangkan bisa kembali ke sini,’’ ujar Anwar kepada para wartawan yang menemuinya setelah dirinya resmi dilantik sebagai anggota parlemen, Kamis (28/8).

Begitu politisi 61 tahun itu dilantik, tepuk tangan pun membahana. Tepukan tadi, mayoritas diberikan oleh wakil oposisi di parlemen. Pada pelantikan Anwar tersebut, kursi parlemen dari kubu oposisi terlihat penuh. Sebaliknya, kursi yang seharusnya ditempati para wakil koalisi pemerintahan BN, terisi kurang dari setengah.

Perdana Menteri (PM) Abdullah Ahmad Badawi, Wakil PM Najib Razak dan sebagian besar menteri kabinet pun sepertinya kompak tidak menghadiri momen kembalinya Anwar ke Gedung Parlemen.

Namun, meskipun langkah menuju kursi Perdana Menteri semakin pasti, tetap bukan hal mudah bagi Anwar. Sebab, dia mutlak memerlukan tambahan dukungan dari 30 legislator. Dan itu baru bisa tercapai bila ada eksodan BN beralih mendukungnya.

Sementara itu, mengetahui kemenangan Anwar, wakil PM Najib Razak terkesan lebih bisa berlapang dada. Paling tidak itulah yang tersirat dari pernyataannya mengomentari kejayaan Anwar. Malah, Najib menyebut kembalinya Anwar ke Gedung Parlemen bisa turut menjadi kontribusi tersendiri bagi proses demokrasi negeri jiran.

‘’Kami menerima kemenangannya. Kami bisa menghargai pilihan rakyat dan kami akui bahwa partai-partai oposisi dan PKR telah memilihnya sebagai Ketua Oposisi,’’ ujar Najib yang juga melontarkan harapannya agar keberadaan Anwar di Parlemen bisa turut membantu pemerintah membangun negara.

Kendati kini bersikap cukup manis, tidak dimungkiri bila sebelum pemilihan, Najiblah yang paling keras melontarkan kritikan kepada Anwar.

Bahkan, hingga detik-detik menjelang pemilihan. Termasuk mengatakan bahwa kedekatan Anwar dengan Michel Camdessus, direktur Dana Moneter Internasional (IMF) menyebabkan kemunculan kebijakan yang dianggap Najib menyusahkan rakyat.(amf)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
epaper.riaupos.co.id

StopGlobalWarming.org

Google
 

Ekonomi & Bisnis

article thumbnailLG Perkenalkan Lemari Pendingin Flower Pattern

Senin, 24 November 2008

Perkuat Pasar di Penghujung 2008 Laporan NUKE FATMASARI, Pekanbaru nukesar@riaupos.co.id Tren pasar yang terus bergulir dari waktu ke waktu membuat pemain konsumen elektronik harus tetap...

Simak Juga

Metropolis

article thumbnailLagi, Banjir Ancam Dua Kelurahan

Senin, 24 November 2008

Laporan LISMAR SUMIRAT dan MASHURI KURNIAWAN, Kota redaksi@riaupos.co.id HUJAN deras beberapa hari terakhir menyebabkan permukaan air Sungai Siak naik dan menggenangi perumahan warga yang...

Simak Juga