| Rukyah Ramadan Disiarkan Langsung |
| Jumat, 29 Agustus 2008 | |
|
Laporan JPNN, Jakarta
Sidang penentuan awal Ramadan 1429 H (Itsbat) baru akan dilaksanakan pada Ahad tanggal 31 Agustus nanti. Namun, untuk mendukung upaya tersebut Departemen Agama (Depag) sudah mempersiapkan sejumlah tim untuk mengawal upaya rukyatul hilal (melihat bulan) di enam titik di Indonesia yakni Makassar, Kupang, Tanjung Kodok Jatim, Semarang, Lembang dan Banda Aceh. Rukyah tersebut rencananya akan disiarkan secara langsung di TVRI dan bekerjasama dengan Kementrian Informasi dan Komunikasi (Menkominfo). ‘’Program ini dirancang agar masyarakat luas bisa menyaksikan secara langsung bagaimana proses rukyah yang dilakukan untuk menentukan awal Ramadan,’’ tegas Kasubdit Hisab Rukyat dan Pembinaaan Syariah Depag H Muhyiddin ketika ditemui di kantornya Jalan Lapangan Banteng, kemarin (28/8). Hilal adalah salah satu fenomena alam yang dijadikan rujukan untuk menentukan datangnya awal Ramadan. Terobosan melakukan tayangan langsung ini dirancang dengan mempertimbangkan besarnya hilal yang kemungkinan cukup mudah terlihat. Menurut perhitungan Depag, posisi hilal untuk Indonesia nanti diperkirakan rata-rata 5 derajat. Dengan perhitungan, di Merauke sekitar 4,5 derajat dan Aceh 5,5 derajat. ‘’Ada harapan hilal bisa terlihat selama tidak mendung,’’ cetusnya. Menurut Muhyiddin, dalam sidang Itsbat nanti Depag tak hanya akan mengandalkan laporan rukyah tapi juga perhitungan tanggal (hisab). Untuk itu, dia mengimbau agar umat Islam di Indonesia tidak mendahului menentukan awal Ramadan karena bagaimanapun itu adalah wewenang Depag sepenuhnya. ‘’Jika ormas-ormas Islam ingin ikut memantau langsung rukyah kami persilahkan untuk berkoordinasi dengan Kanwil Depag di tempatnya masing-masing,’’ cetusnya. Untuk mendukung Depag, Observatorium Boscha, Bandung, akan membentuk enam tim astronom yang akan disebar ke enam titik lokasi yang digunakan Depag tersebut untuk memantau kemunculan hilal sebagai tanda awal bulan Suci Ramadan 1429 H. ‘’Hasil pemantauan itu akan dilaporkan untuk data menentukan awal Puasa yang akan ditentukan lewat Sidang Itsbat,’’ ujar Kepala Observatorium Boscha Lembang, Dr Taufik Hidayat ketika dihubungi kemarin. Keterlibatan Observatorium Boscha dalam membantu penetapan awal Ramadhan dan Lebaran itu merupakan yang kedua kalinya. Hasil pengamatan tim Observatorium Boscha yang dilengkapi dengan peralatan canggih dan IT itu akan melengkapi data yang akan dipakai dalam Sidang Itsbat.(zul/jrr) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




