| Alat Berat Rambah Perbatasan Rohil |
| Kamis, 28 Agustus 2008 | |
|
Wabup Minta Warga Kompak
Laporan SYAHRI RAMLAN, Bagansiapi-api - Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya KEHADIRAN Wakil Bupati Rohil, H Suyatno mengunjungi wilayah Kecamatan Pasirlimau Kapas tepatnya di Kepenghuluan Panipahan, Kamis (28/8) tampaknya benar-benar dimanfaatkan oleh sejumlah kalangan untuk menyampaikan aspirasinya. Salah satu aspirasi yang telah yakni menyangkut soal tapal batas daerah antara Kecamatan Pasirlimau Kapas dengan Labuhanbatu, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) yang perlu untuk diselesaikan secepatnya. Warga mengaku cemas, karena, sampai sejauh ini, aktivitas pembukaan kawasan hutan di perbatasan Rohil-Labuhan baru Sumatera Utara yang dilakukan pemilik modal dari Sumatera Utara masih terus berlangsung. Puluhan alat berat masih bekerja membuka lahan di daerah perbatasan tersebut. ‘’Saya melihat, masalah tapal batas ini sangat perlu untuk diselesaikan. Dan Upaya-upaya untuk menyelesaikan masalah itu, terus dilakukan. Salah satu diantaranya sedang dibahas di tingkat provinsi maupun pusat,’’ kata Wakil Bupati Rohil, H Suyatno didampingi Kepala Bagian Humas, Ferry H Parya kepada Riau Pos, Kamis (28/8) di Bagansiapi-api usai berkunjung di Panipahan, Kecamatan Pasirlimau Kapas. Sambil menunggu upaya-upaya yang mengarah ke proses penyelesaian, Suyatno mengajak seluruh lapisan masyarakat yang ada di wilayah Kecamatan Pasirlimau Kapas untuk tetap kompak dan bersatu padu dalam kelancaran dan keberhasilan membangun yang sudah diprogramkan. ‘’Sejumlah program baik untuk membuka daerah maupun sektor ekonomi terus sedang dikembangkan. Semuanya itu dapat dilaksanakan kalau kita semua kompak dan bersatu,’’ kata Suyatno. Sementara, Camat Pasirlimau Kapas, Binhar Jamil menjelaskan, aspirasi yang telah disampaikan kepada Pemkab Rohil, salah satu diantaranya menyangkut soal tapal batas daerah. ‘’Kita sangat mengharapkan agar masalah tapal batas ini dapat segera dicarikan jalan keluarnya. Karena, masalah tapal batas itu, cukup rawan yang mampu menimbulkan konflik di tengah-tengah masyarakat,’’ kata Binhar Jamil secara terpisah kemarin. Apalagi, tambah Binhar Jamil, sejumlah kegiatan di daerah perbatasan khususnya yang masuk ke dalam wilayah Kecamatan Pasirlimau Kapas terus berlangsung. Salah satu diantaranya masuknya alat-alat berat untuk membuka dan mengolah lahan menjadi areal perkebunan kelapa sawit. ‘’Makanya, kita berharap, agar masalah ini secepatnya diselesaikan,’’ pinta Binhar Jamil. Sedangkan aspirasi lainnya, yakni pembangunan dan peningkatan jalan lintas pesisir pantai yang dimulai dari Kecamatan Pasirlimau Kapas dapat segera direalisasikan. Karena, jalan lintas pesisir pantai tersebut memiliki nilai yang cukup strategis terutama dalam membuka daerah Kecamatan Pasirlimau Kapas untuk lebih dapat berkembang lagi. ‘’Warga sangat berharap sekali pembangunan jalan lintas pesisir pantai ini dapat diwujudkan,’’ kata Binhar Jamil. Aspirasi lainnya yang turut disampaikan, yakni berupa program perkebunan kelapa sawit rakyat. Dimana, program tersebut dimaksudkan untuk menekan atau mengurangi tingginya angka kemiskinan di daerah termasuk di Kecamatan Pasirlimau Kapas. ‘’Sekarang ini, ekonomi masyarakat di Kecamatan Pasirlimau Kapas merosot seiring menurunnya hasil tangkapan nelayan. Kalau program ini dapat diwujudkan, saya yakin angka kemiskinan di daerah kita ini dapat ditekan,’’ kata Binhar Jamil. (sah) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




