Selasa, 02 Desember 2008 || 3 Zulhijah 1429 Hijriah
Total SportMusuh Abadi

Sabtu, 22 November 2008

article thumbnail

Teras UtamaTak Ada Solusi Atasi Krisis Global dalam APEC

Senin, 24 November 2008

article thumbnail

Banjir, Disebabkan Malas Gotong Royong
Kamis, 28 Agustus 2008
BAGANSIAPIAPI (RP)- Banjir yang masih merendam sejumlah hunian penduduk di kawasan Kelurahan Bagan Barat Bagan Timur, serta sejumlah kecil hunian dikawasan Kepenghuluan lainnya. Peristiwa ini, salah satunya diperkirakan sebagai implikasi lemahnya sikap gotong royong ditengah masyarakat. Sebagian penyebab banjir dikarenakan penyumbatan saluran drainase dari belukar dan perdu.

“Gotong royong itu yang lemah. Hampir semua sisi selama ini dibebankan kepada pemerintah sekalipun hanya sebatas membersihkan rerumputan dari parit,” kata Camat Bangko Roy Azlan AP, Kamis (28/8) menanggapi usulan masyarakat sekitar lokasi banjir luapan di Bagan Barat dan Bagan Timur.

Ia melihat debit air yang masih menggenang ruas jalan Utama, Madrasah, Mesjid dan beberapa ruas jalan di Kepenghuluan Bagan Punak dan Bagan Jawa, murni disebabkan genangan air hujan yang menyimbah kota ikan itu selama hampir tiga hari berturut-turut. Ini diperparah geografi tanah berlembah dan rendah. Sementara parit galian tidak mampu bekerja optimal sehingga menyebabkan air bergerak lamban menuju saluran pintu pembuangan utama kearah laut.

Akibatnya, saat hujan deras, air malah tergenang di kepermukaan hunian penduduk. Berbeda dengan wilayah pesisir sungai Rokan, bekas camat Tanah Putih dan Tanah Putih Tanjung Melawan itu mengupas sisi perbedaan antara banjir kiriman dengan banjir akibat curah hujan.

“Kalau kiriman, kita memang tidak mampu memprediksi sejauh mana air akan dilepas. Tetapi kalau banjir akibat hujan, sedianya mudah ditangani sepanjang saluran pembuangan atau drainase dalam keadaan bersih dan bebas dari rumput atau sampah,” ulasnya.

Seperti yang terjadi di sekitar Kepenghuluan Bagan Punak, warga disana dikoordinir Kepenghuluan memulai melakukan goro saat hunian mulai digenangi air. Walhasil, tembok draenase yang tersumbat meski harus dibobol mampu mengalirkan air hingga tidak terjadi luapan disana sini. Meski sifatnya hanya sementara ujar Roy, namun masalah banjir dapat langsung diantisipasi.

Melihat persoalan banjir dadakan akibat curah hujan ini, pihaknya mengaku belum berkoordinasi dengan Dinas Kimpraswil soal normalisasi anak sungai atau saluran pembuangan air. Namun demikian, ia mencoba melakukan pemetaan landai dimana suatu wilayah paling cenderung dipukul rendaman air. Melalui berbagai rapat koordinasi baik Musrenbang Kecamatan, Musrenbang Kabupaten dan lainnya, persoalan itu akan ia bawa untuk ditindak lanjuti penanggulangannya. Sebab bila diabaikan, diserahkan kepada masyarakat luas juga tidak akan tertangani.

“Mestinya setiap RT dan RW saling berkoordinasi dengan perangkat kelurahan atau kepenghuluan. Setidaknya penanganan masalah banjir dapat dilakukan jauh-jauh hari dengan menggiatkan goro massal, meskipun hanya satu kali dalam satu bulannya,” tutup Roy.(i)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
epaper.riaupos.co.id

StopGlobalWarming.org

Google
 

Ekonomi & Bisnis

article thumbnailLG Perkenalkan Lemari Pendingin Flower Pattern

Senin, 24 November 2008

Perkuat Pasar di Penghujung 2008 Laporan NUKE FATMASARI, Pekanbaru nukesar@riaupos.co.id Tren pasar yang terus bergulir dari waktu ke waktu membuat pemain konsumen elektronik harus tetap...

Simak Juga

Metropolis

article thumbnailLagi, Banjir Ancam Dua Kelurahan

Senin, 24 November 2008

Laporan LISMAR SUMIRAT dan MASHURI KURNIAWAN, Kota redaksi@riaupos.co.id HUJAN deras beberapa hari terakhir menyebabkan permukaan air Sungai Siak naik dan menggenangi perumahan warga yang...

Simak Juga