| Puluhan Warga Datangi Rumah Ketua RT |
| Kamis, 28 Agustus 2008 | |
|
* Soal Ganti Rugi Lahan Dua Jalur
Laporan RPG, Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya PULUHAN warga pemilik lahan di bibir badan Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Bukit Nenas, Kecamatan Bukit Kapur secara serentak mendatangi rumah Ketua Rukun Tetangga (RT) masing-masing, dalam mempertanyakan hasil dari sosialisasi ganti rugi, atas tanah dan bangunan yang terkena proyek pelebaran badan Jalan Lintas Dumai-Duri tahap kedua. Kedatangan mereka tersebut dilakukan saat sosialisasi rencana ganti rugi proyek pembuatan badan jalan raya yang mengubungkan Dumai ke Duri Kabupaten Bengkalis berakhir dilaksanakan, Kamis (28/8) dalam aula pertemuan Kecamatan Bukit Kapur. Tujuan warga mendatangi rumah Ketua RT untuk mengetahui hasil dari pertemuan tersebut. Tetapi kedatangan puluhan warga ke Rumah RT 04 Khairul Hendri, RT 09 Ruslan dan RT 10 Syafrizal membuat ketiga RT ini menjadi binggung. Karena apa yang dipertanyakan oleh warga sama sekali tidak diketahui oleh mereka, apa lagi mengenai adanya pertemuan mengenai acara sosialisasi tersebut. Khairul Henri, Ketua RT 04 Bukit Nenas, mengungkapkan pada warga dalam pertemuan sosialisasi yang telah berakhir di Kantor Kecamatan tersebut, RT tidak dilibatkan. RT hanya dilibatkan saat pendataan harta benda warga yang terkena proyek pembuatan badan jalan saja. ‘’Bagi warga yang ingin lebih mengetahui penjelasan lanjutanya, silahkan saja langsung ke kantor camat, atau secara bersama-sama mendatangi kantor camat untuk mempertanyakan hal ini,’’ ungkapnya dalam memberikan penyelasan lanjutan. Namun, bagaimanapun. Menurut dia, dalam menenangkan warga. Secara rinci dirinya menyampaikan kepada warga sesuai informasi dan peristiwa yang sudah berlalu mengenai kompensasi ganti rugi tahap pertama di Bagan Besar. Lahan (tanah, red) tidak diganti rugi, melainkan bangunan dan tanaman yang mendapat kompensasi ganti rugi, karena lahan termasuk RPJM seluas 25 meter dari as jalan. Hal senada juga diutarakan RT 09 Bukit Nenas, Ruslan kepada warganya. Soal berapa besarnya biaya ganti rugi, hingga kini RT tidak mendapat informasi bahkan tidak pernah dilibatkan. ‘’Saya sangat menyesali sikap tim dan panitia bahkan pemerintah sendiri, karena tidak melibatkan pihak RT mengenai masalah ganti rugi pembangunan dua Jalur Soekarno-Hatta ini. Sehingga RT menjadi sasaran warga untuk mendapatkan informasi bahkan sampai mengecam RT ada bermain dengan pihak-pihak berkompoten itu,’’ kata Ruslan yang akrab disapa dengan Ujang ini. Ketua RT 10 juga merupakan Ketua FKRT Bukit Nenas, Syafrizal meminta warga yang mendatangi rumahnya untuk langsung menemui pihak kecamatan. Dengan alasan bahwa saat ini RT sudah tidak lagi diikut sertakan, sehingga apapun hasil dari pertemuan tersebut tidak dapat untuk diinformasikan kepada warga. Sementara Camat Bukit Kapur Fauzi Efrizal saat dikonfirmasi mengaku sedang melaksanakan acara menyambut bulan suci Ramadan di rumahnya bersama tokoh-tokoh masyarakat.(anw/hen) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




