Selasa, 02 Desember 2008 || 3 Zulhijah 1429 Hijriah
Total SportMusuh Abadi

Sabtu, 22 November 2008

article thumbnail

Teras UtamaTak Ada Solusi Atasi Krisis Global dalam APEC

Senin, 24 November 2008

article thumbnail

Elpiji Tembus Rp105 Ribu
Kamis, 28 Agustus 2008
ImagePertamina: Jangan Beli di Eceran
KOTA (RP) — Pertamina baru saja menaikkan harga elpiji tabung isi 12 kilogram dari Rp63 ribu menjadi Rp69 ribu. Tapi, harga itu rupanya tak berlaku bagi warga Kota Pekanbaru.
Meski di tingkat agen, harga elpiji ditetapkan Rp69 ribu, tapi di tingkat pengecer, harga elpiji sampai menembus Rp105 ribu.

Seperti yang dialami Desi, warga Panam yang harus membeli elpiji di salah satu toko yang ada di Jalan Soebrantas. Ia harus merogoh kocek sampai Rp105 ribu. Nampaknya penjual memang memanfaatkan kondisi. Apalagi ketika itu stok elpiji di kedainya tinggal dua tabung yang membuat posisi tawarnya jadi naik. ”Mungkin mereka juga berspekulasi waktu itu,” kata Desi.

Makmun, warga Senapelan juga harus mengeluarkan Rp90 ribu saat membeli elpiji di toko. Meski mahal, ia hanya berharap stok elpiji tetap tersedia. ‘’Jangan heran kalau kita membeli elpiji di pengecer harganya sampai 100 ribu per tabung. Kemarin saya beli elpiji harganya mencapai Rp90 ribu,’’ kata Makmun.

Sementara di Rumbai, elpiji di tingkat eceran mencapai Rp85 ribu. Dan di Jalan Kartama, Simpang Tiga, sampai Rp90 ribu.

Menanggapi masalah harga elpiji yang melonjak jauh di atas harga yang ditetapkan Pertamina di tingkat eceran, baik Pertamina maupun Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru mengaku
tidak bisa berbuat banyak.

Disperindag Pekanbaru menyebutkan, harga elpiji di tingkat eceran sangat dipengaruhi oleh mekanisme pasar. Sementara Pertamina menyebutkan hal itu di luar kewenangan mereka. Tapi, kedua instansi ini menjamin harga elpiji di tingkat agen wajib Rp69 ribu.

Untuk itu Kepala Disperindag Pekanbaru Suraji hanya bisa mengimbau kepada pedagang untuk tidak mengambil keuntungan terlalu besar di tengah kesulitan ekonomi masyarakat sekarang ini. Dan ia mengingatkan warga untuk membeli elpiji langsung ke agen.

‘’Soal pengawasan, Disperindag hanya membantu Pertamina. Kalau tindakan, kita tidak bisa melakukannya,’’ katanya kepada Riau Pos, kemarin.

Sementara itu, Wira Penjualan Elpiji Pertamina, Romi Rian mengaku pihaknya tidak bisa berbuat terhadap harga elpiji yang diluar agen resmi. Karena itu dia menyarankan warga untuk membeli elpiji di agen resmi.

‘’Agen resmi wajib menjual elpiji dengan harga Rp69 ribu pertabung yang berat 12 kilogram. Kalau di pasaran, Pertamina tidak bisa mengaturnya karena di luar dari kewenangan kami. Tapi bila diagen resmi ada yang menjual di atas Rp69 ribu apalagi sampai Rp100 ribu tolong laporkan kepada kami supaya bisa ditindak langsung,’’ jelasnya.

Menurut Romi, pihaknya dalam satu hari menyiapkan 60 ton elpiji untuk Riau dan 25 ton sebagian didistribusikan untuk Pekanbaru. Sehingga masyarakat bisa membeli elpiji diagen resmi.

‘’Saran kami begitu, jangan membeli di luaran. Kalau di luaran, diluar harga resmi terserah mereka, tapi ditingkat agen jangan coba-coba menaikan harga jual elpiji,’’ tegas Romi.

Sedangkan menurut Desi, warga Panam, rumahnya terlalu jauh dari agen elpiji sehingga ia terpaksa membeli d toko-toko yang ada di sekitar rumahnya. Ia pun berharap agar agen-agen elpiji di sebar sehingga lebih
memudahkan masyarakat.

Stok Aman

Terkait stok elpiji yang ada di agen-agen resmi di Kota Pekanbaru, PT Surya Nambaruna menegaskan kepada Riau Pos, kemarin, stok elpiji di tempatnya terus ada. Bahkan setiap hari elpiji masuk lebih dari 200 tabung.

‘’Hari ini saja elpiji masuk ke tempat kami sebanyak 200 tabung. Jadi jangan takutlah, stok elpiji pasti ada,’’ jelas Abidin, karyawan agen Elpiji PT Surya Nambaruna yang terletak di Jalan Pembangun ini.

Jika tak ada di agen, kata Abidin, berarti di sub-sub agen resmi PT Surya Nambaruna pasti ada. ‘’Jadi stok elpiji kita ada terus, asalkan tak ada permasalahan di SPPBE pengisian di Pasir Putih tersebut. Kalau ada masalah pasti telat datangnya,’’ jelas Abidin.(esi/mar)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
epaper.riaupos.co.id

StopGlobalWarming.org

Google
 

Ekonomi & Bisnis

article thumbnailLG Perkenalkan Lemari Pendingin Flower Pattern

Senin, 24 November 2008

Perkuat Pasar di Penghujung 2008 Laporan NUKE FATMASARI, Pekanbaru nukesar@riaupos.co.id Tren pasar yang terus bergulir dari waktu ke waktu membuat pemain konsumen elektronik harus tetap...

Simak Juga

Metropolis

article thumbnailLagi, Banjir Ancam Dua Kelurahan

Senin, 24 November 2008

Laporan LISMAR SUMIRAT dan MASHURI KURNIAWAN, Kota redaksi@riaupos.co.id HUJAN deras beberapa hari terakhir menyebabkan permukaan air Sungai Siak naik dan menggenangi perumahan warga yang...

Simak Juga