| Jelang Ramadan, Permintaan Minyak Tanah Meningkat |
| Kamis, 28 Agustus 2008 | |
|
KOTA (RP)-Keperluan akan minyak tanah menjelang Ramadan mengalami peningkatan 15 persen. Akibatnya, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pekanbaru mengaku kewalahan memenuhi permiunaan pasar. Bila biasanya setiap bulan cuma 2.810.000 liter, mencapai 3 juta liter lebih.
Melonjakan permintaan minyak tanah ini menurut Kepala Disperindag Pekanbaru Suraji SH melalui Ketua Tim Monitoring Minyak Tanah Hasan Basri SH, karena masyarakat beralih dari menggunakan elpiji ke minyak tanah. ‘’Harga elpiji di tingkat eceran bisa mencapai Rp75.000 per 12 kilogram. Akibatnya, masyarakat yang dulu memakai elpiji beralih kembali memakai minyak tanah. Apalagi harga minyak tanah cuma Rp5 ribu per liter, tentulah mereka memilih minyak tanah,’’ ujarnya. Penyebab lainnya menurut Hasan Basri disebabkan terjadinya pemadaman listrik bergilir oleh PLN, sehingga banyak yang memakai lampu minyak tanah. Sedangkan terkait permintaan tertinggi, Hasan Basri menyebutkan di Kelurahan Sri Mernati, Tenayanraya. ‘’Selain di kawasan ini tidak ada pangkalan minyak tanah, masyarakat di daerah ini juga kebanyakan memakai minyak tanah,’’ ujarnya. Untuk mengatasi permasalahan ini, Disperindag mengusulkan kepada Pertamina menambah kuota atau melakukan operasi pasar minyak tanah. Sehingga keperluan minyak tanah bisa terpenuhi selama Ramadan nanti. ‘’Kita masih mendata daerah mana yang akan dilakukan operasi pasar minyak tanah dalam Ramadan mendatang,’’ ujarnya.(new) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




