| Perang Saudara |
| Rabu, 27 Agustus 2008 | |
Laporan JPNN, JakartaPartai final Piala Kemerdekaan IX sudah pasti akan diisi Indonesia. Cuma yang jadi pertanyaan, siapakah yang akan mewakili tuan rumah dalam pertandingan pemungkas nanti, yang digelar Jumat (29/8) lusa? Apakah tim nasional (Timnas) Senior alias Indonesia A atau Timnas U-21 (Indonesia B)? Jawabannya akan diketahui malam nanti, saat dua wakil Indonesia, terlibat bentrok dalam semifinal di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, malam nanti (tayangan langsung RCTI pukul 21.15 WIB). Meski jawabannya diketahui malam nanti, banyak pihak yang memprediksi, Indonesia A yang akan melaju ke final. Materi, kualitas, dan pengalaman bertanding Charis Yulianto dkk yang membuat publik lebih condong menjagokan mereka. Selain punggawa Indonesia A merupakan pemain pilar di klubnya masing-masing, mereka juga kenyang pengalaman laga internasional. Nah, kondisi itu bertolak belakang dengan Indonesia B. ”Kalau Indonesi A menang, memang sudah sewajarnya seperti itu. Tapi, kami tidak akan membiarkan mereka mengalahkan kami,” tegas Bambang Nurdiansyah, pelatih Indonesia B. ”Kalau kami mampu tampil disiplin sepanjang pertandingan, saya rasa kami yang muda-muda bisa memenangkan pertandingan,” sambung Galih Sudaryono, kiper Indonesia B. Letupan semangat punggawa muda tersebut rupanya disadari betul oleh para pemain senior. Karena itu, meski unggul di banyak hal dan diprediksi akan memenangkan pertarungan, mereka tidak mau jumawa. Indonesia A akan tetap main penuh totalitas. Demi tiket final, amunisi tim senior membuang jauh pandangan meremehkan para juniornya di laga semifinal malam nanti. ”Mereka punya kapasitas dan kualitas. Kami tidak mau memandang pertandingan besok (hari ini, red) seperti latihan. Saya dan teman-teman telah bersepakat untuk main serius tanpa kompromi guna mengalahkan mereka,” sebut Charis Yulianto, kapten Indonesia A. Pelatih Indonesia A, Benny Dolo, pun sepakat dengan anak asuhnya. Dia juga tak mau menyepelekan tim muda asuhan Bambang Nurdiansyah itu. Karena itu, Bendol akan tetap menurunkan formasi terbaiknya. Formasi yang telah terbukti mampu mendulang kemenangan besar atas Kamboja dan Myanmar. ”Menang-kalah memang bukan hal utama saat bertemu mereka. Yang penting adalah prospek sepakbola Indonesia. Meski begitu, kami akan fight menghadapi mereka,” ujar Bendol. (fim/ko/hbk) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|


Laporan JPNN, Jakarta

