| ORI 005 Tak Capai Target |
| Rabu, 27 Agustus 2008 | |
JAKARTA (RP) - KETATNYA likuditas di pasar membuat perbankan berlomba menaikkan bunga deposito. Hal ini berimbas pada penjualan Obligasi Ritel Indonesia (ORI) seri 005 yang masih jauh di bawah target yang ditetapkan. Kurangnya sosialisasi, dan kondisi pasar keuangan yang belum membaik, ikut mengakibatkan berkurangnya minat pada ORI.‘’Saat ini likuditas memang sedang ketat, sehingga perbankan menawarkan bunga deposito yang tinggi,’’ kata Dirjen Pengelolaan Utang Depkeu Rahmat Waluyanto di Jakarta, Selasa (26/8). Dia menyebut pemerintah memberikan peringatan kepada para agen penjual yang pencapaiannya jauh dari target. Menurut Rahmat, ORI sebenarnya masih lebih menarik dibandingkan deposito. Sebab, seluruh dana dijamin pemerintah. Hal ini berbeda dengan deposito yang dijamin LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) maksimal Rp100 juta. Selain itu, meski ada deposito bunga tinggi, LPS hanya menjamin sebesar bunga penjaminan. Hingga 25 Agustus lalu, penjualan ORI baru mencapai Rp1,826 triliun atau baru 29,3 persen dari target. Rencananya, ORI seri 005 akan ditawarkan hingga 29 Agustus nanti. PT Bank Danamon Tbk menjadi agen penjual dengan pencapaian terendah, yakni Rp5,49 miliar dari target Rp400 miliar. Agen penjual lain dengan pencapaian rendah adalah PT Bank Mega Tbk yang menjual Rp6,620 miliar dari target Rp200 miliar (3,310 persen). Lalu, PT Bank Niaga Tbk menjual Rp12,560 miliar dari target Rp300 miliar (4,187 persen), HSBC Rp11,560 miliar dari target Rp250 miliar, Citibank Rp14,910 miliar dari target Rp250 miliar. Agen penjual dengan pencapaian tertinggi adalah PT Bank Central Asia Tbk sebesar Rp469,575 miliar dari target Rp700 miliar (67,082 persen). Lalu, PT Danareksa Sekuritas Rp133,225 miliar dari target Rp250 miliar (53,29 persen), dan PT Bank Mandiri Tbk Rp388,510 miliar dari target Rp750 miliar (51,801 persen). Direktur Pengelolaan Surat Berharga Negara Bhimantara Widyajala mengatakan, target ORI 005 ditetapkan sendiri oleh agen penjual. Karena itulah, pemerintah proaktif menagih komitmen agen penjual dalam memasarkan ORI. ‘’Kami ingin yakin bahwa mereka bisa diandalkan. Kalau ada agen penjual yang belum performed, kami ingatkan,’’ ujar Bhimantara.(sof/eri/jpnn) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|


JAKARTA (RP) - KETATNYA likuditas di pasar membuat perbankan berlomba menaikkan bunga deposito. Hal ini berimbas pada penjualan Obligasi Ritel Indonesia (ORI) seri 005 yang masih jauh di bawah target yang ditetapkan. Kurangnya sosialisasi, dan kondisi pasar keuangan yang belum membaik, ikut mengakibatkan berkurangnya minat pada ORI.

