| Pijaran Batu Api Krakatau Membumbung hingga 100 Meter |
| Rabu, 27 Agustus 2008 | |
|
KALIANDA (RP) - Aktivitas Anak Gunung Krakatau yang berada di perairan selat Sunda Kabupaten Lampung Selatan, kembali mengeluarkan letusan-letusan pijaran batu api bahkan hingga membumbung 100 meter dari permukaan gunung tersebut. Demikian yang dikatakan Kepala pos Pemantau Anak Gunung Krakatau yang berada di desa Hargo Pancoran Kecamatan Rajabasa Lamsel, Andi Suwardi (26/8) kemarin.
Letusan di sertai batu api yang membumbung itu di sebabkan karena vulkanik dalam dan vulkanik dangkal, meskipun demikian aktivitas anak gunung krakatau belum ada peningkatan dan masih dinyatakan berstatus waspada. “pijaran batu api kembali terjadi hari ini (Selasa-red), namun status tetap waspada,” jelas Andi. Menurut Andi, aktivitas anak gunung yang demikian itu merupakan aktivitas Vluktuaktif (naik turun) dimana seperti yang terjadi sebelumnya. “Aktivitas Gunung tersebut, selalu Vluktuaktif,” ujarnya. Ia menjelaskan, meskipun pijaran batu api membumbung hingga 100 meter itu namun letusan masih terjadi 40-60 kali setiap 15 menit sekali dalam 1 hari, Hanya saja letusan pijaran batu api tersebut lebih tinggi dari sebelumnya. Dirincikan aktivitas Anak gunung Karakatau yang terpantau melalui alat sismograf sejak (22/8-25/8) dalam 1 harinya yakni Vulkanik dalam 21, Vulkanik dangkal 111, letusan 62, termor 62, hembusan 144. Pada (22/8) gempa tektonik 1 kali, Vulkanik dalam 17, Vulkanik dangkal 149, letusan 74, termor 33, hembusan 85. Sementara (23/8) gempa tektonok 4 kali, Vulkanik dalam 26, Vulkanik dangkal 175, letusan 65, termor 20, hembusan 95. Untuk (24/8) gempa tektonik 2 kali, Vulkanik dalam 44, Vulkanik dangkal 171, letusan 77, termor 26, hembusan 81. Sedangkan yang terjadi pada (25/8) Vulkanik dalam 14, Vulkanik dangkal 92, letusan 41, termor 26, hembusan 73. “Aktivitas Anak gunung Krakatau tetap berstatus waspada, namun di harap kepada masyarakat dan nelayan tetap waspada menaggapi hal ini,”tambah Andi. Sementara saat disinggung terjadinya gempa tektonik yang terjadi pada pukul 10.07,32 detik Wib (268) kemarin, Ia menjelaskan, gempa yang terjadi itu bukan berasal dari anak gunung Krakatau melainkan gempa tektonik dengan kekuatan 6,6 skala liter yang terjadi di 125 kilo meter barat laut Ujung kulon Provinsi Banten dengan kedalaman 20 kilo meter, namun hal ini tidak berpengaruh akan terjadinya stunami. “Saya memang mendapat Informasi dari badan meteorologi dan giofisika, bahwa terjadi gempa dengan kekuatan 6,6 skala liter yang berasal dari 125 kilo meter barat laut ujung kulon, ketika mendapat info ini saya juga sempat cemas namun berselang beberapa menit saya kembali memperoleh info bahwa gempa tektonok tersebut tidak berpengaruh akan terjadinya stunami,” papar Andi.(jpnn) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




