| 70 Hari Kerja, Gubernur Sumut Sibuk Seremonial |
| Rabu, 27 Agustus 2008 | |
|
MEDAN (RP) - Tepat pada, Selasa (26/8) kemarin genap sudah 70 hari usia pemerintahan Gubsu Syamsul Arifin di Pemprovsu sejak dilantik 16 Juli lalu. Namun hingga saat ini, kegiatan Gubernur yang diusung 12 Partai Politik bersama pasangannya Gatot Pujo Nugroho itu lebih cenderung pada kegiatan seremonial.
Berdasarkan pemaparan yang disebutkan Kepala Badan Informasio dan Komunikasi (Bainfokom) Provsu Eddy Sofian dalam pembukaan acara jamuan Gubsu bersama wartawan di ajnjungan lantai 9 kantor Gubsu, Selasa (26/8) kemarin diketahui, selama 70 hari bertugas sedikitnya 300 permohonan audiensi yang datang kepada Syamsul, dan 40 persen dari audiensi itu dipenuhi. Selain itu, sejak pertama menjabat sedikitnya 200 kegiatan seremonial yang diajukan untuk dihadiri mantan Bupati Langkat itu, 20 persen diantaranya dihadirinya secara langsung. Meski begitu kata Eddy, disela kesibukannya itu, sedikitnya telah 17 program kebijakan baik untuk internal dan eksternal telah berhasil ditorehkan oleh Gubsu Syamsul Arifin sebagai Gubsu. Beberapa program itu yakni, implementasi delapan perintah harian kepada PNS Pemprovsu, Pendataan aset Pemprovsu seperti proses pelepasan aset pertapakan Kantor Gubsu dari PTPN II meskipun sanmpai kini persoalan itu masih mengambang dan tak jelas. Selanjutnya, dapat kerja tiga bulan sekali dengan seluruh bupati dan wali kota se Sumut telah berhasil dilakukan, penghematan energi listrik dan air di lingkungan Pemprovsu, serta kebiajakan tidak menggunakan soft ware ilegal di seluruh SKPD Pemprovsu. Tak hanya itu penerapan Sistem Pelayanan Satu Atap atau One Stop Service (OSS) di seluruh kabupaten dan kota se Sumut untuk memacu investasi masuk, penyusunan KUA-PPAS APBD Sumut 2009, aktualisasi Surat Edaran Gubsu ke seluruh daerah untuk menerapkan lagu wajib bagi sekolah saat masuk dan pulang, sosialisasi 12 program pro rakyat, dan pengangkatan Penjabat Wali Kota Medan dan Bupati Langkat. Dari seluruh keberhasilan yang disebutkan itu sampai kini belum satupun kebijakan itu berjalan maksimal. Kondisi itu membuat sejumlah kalangan menilai sejauh ini Syamsul sibuk tebar pesona untuk mendongkrak popularitasnya, sebab kinerja mereka belum menyetuh apa yang diharapkan masyarakat selama itu sesuai visi-misinya. Bahkan sejak lama Syamsul dikenal sebagai pejabat yang doyan dengan kegiatan seremonial. Anggota Komisi A DPRD Sumut H Syamsul Hilal menilai selama ini Syamsul hanya sibuk melakukan kegiatan srimonial.(den/rpg) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




