Selasa, 02 Desember 2008 || 3 Zulhijah 1429 Hijriah
Total SportMusuh Abadi

Sabtu, 22 November 2008

article thumbnail

Teras UtamaTak Ada Solusi Atasi Krisis Global dalam APEC

Senin, 24 November 2008

article thumbnail

Distribusi Terganggu, Harga Terus Naik
Selasa, 26 Agustus 2008
ImageKOTA (RP) - SECARA mendadak, Wali Kota Pekanbaru, Drs H Herman Abdullah melakukan kunjungan ke Pasar Sail dan Pasar Pagi Palapa, Selasa (26/8). Kepada wali kota, sejumlah pedagang mengeluhkan distrubusi barang yang terganggu saat mendekati bulan suci Ramadan.

Pedagang juga menyebutkan, harga sejumlah barang masih stabil dan belum mengalami kenaikan yang signifikan. Kecuali untuk ayam potong dan daging serta ikan laut yang mengalami kenaikan harga cukup tinggi. Bahkan pedagang menyebutkan harga akan terus naik dalam dua hari ke depan.

‘’Sekarang saja daging sapi dijual Rp60 ribu per kilogram yang biasanya hanya Rp50-55 ribu per kilogram. Dalam dua hari ke depan akan naik lagi, Pak,’’ kata An, pedagang daging di Pasar Sail. An juga mengeluhkan soal distribusi daging yang cukup sulit didapatnya mendekati bulan Ramadan ini.

Kenaikan harga juga terjdi pada ayam potong yang mengalami kenaikan dari Rp17 ribu per kilogram, menjadi Rp19 ribu per kilogram. Lagi-lagi, banyaknya permintaan pedagang di Pasar Sail mengaku culit mendapatkan distribusinya.

Ikan Serai laut juga mengalami hal sama biasa dijual Rp20 ribu per kilogram menjadi Rp22 ribu per kilogram. Tomat juga alami kenaikan dari Rp5.000 per kilogram, naik menjadi Rp7.000 per kilogram.

‘’Untuk cabai hanya dari Sumbar saja yang naik menjadi Rp25 ribu per kilogram. Ikan Bilis juga ikut naik malah tinggi dari Rp30 ribu menjadi Rp40 ribu, tapi ini kan untuk konsumsi kalangan menengah atas saja sehingga tidak masalah. Sebagian besar harga stabil dan kenaikan pada daging, ayam ini sudah kebiasaan menjelang Ramadan,’’ ujar salah seorang pedagang.

Dalam kunjungannya, kemarin, Wali Kota ditemani oleh Wakil Wali Kota Pekanbaru Drs H Erizal Muluk, pejabat di lingkungan Pemko Pekanbaru membawa serta unsur Muspida.

Dari kunjungannya tersebut, Wali Kota berasumsi ada dua yang mengakibatkan kenaikan harga dipasaran. Pertama sebutny, karena kelangkaan barang atau karena agen yang membuat situasi menimbun sehingga hilang dan naik dipasaran. Ia meminta, Disperindag agar memantau lokasi-lokasi dimana penumpukan barang yang terjadi dan memantau secara berkala harga dipasaran.

‘’Kita imbau kepada para agen atau distributor agar jangan menimbun atau menaikkan harga barang seenaknya. Kondisi masyarakat saat ini sudah sulit, jangan lagi dipersulit dengan kenaikan harga,’’ ujarnya.

Khusus untuk daging dan ayam potong yang selalu mengalami kenaikan memasuki Ramadan dan Hari raya Idul Firti, Wali Kota mewacanakan akan mengintruksikan kepada Dinas Pasar dan Dinas Pertanian agar membuat program penggemukkan sapi dan kembangbiakkan ayam potong. Jika saatnya nanti memasuki hari besar keagamaan seperti Lebaran, maka sapi atau kerbau dan ayam potong yang dibiakkan akan dilepas di pasaran agar bisa menetralisir harga.

Sementara itu, beberapa pedagang yang dijumpai Riau Pos di pasar berbeda juga memperkirakan harga barang akan terus naik. Kenaikan harga ini disebutkan karena kurangnya stok barang, sedangkan permintaan masyarakat meningkat.

Seperti yang diutarakan pedagang di Pasar Rumbai, Rasmin, kenaikan harga barang selama Ramadan memang bakal terjadi. Tetapi kenaikannya menurut Rasmin tidak terlalu tinggi hanya berkisar diangka Rp2.000

‘’Seperti tahun sebelumnya, kenaikan harga sama juga pernah terjadi. Kenaikan keperluan harian yang bakal naik paling hanya pada sayuran, ayam, ikan, cabai merah, dan cabai rawit,’’ tutur Rasmin kepada Riau Pos, Selasa (26/8).

Keperluan masyarakat menjelang dan selama Ramadan, sebutnya, memang cukup meningkat. Namun masalahnya adalah stok barang yang sedikit mengalami gangguan. ‘’Harga bakalan normal bila stok barang terpenuhi,’’ ujarnya.

Pernyataan serupa Syarif Usman, pedagang di Jalan Teratai. Tapi ia memperkirakan kenaikan harga akan terus terjadi pada bulan suci Ramadan, apalagi mendekati Hari Raya Idul Fitri. Sata ini saja disebutkannya, sejumlah barang sudah mengalami kenaikan harga.

Kasi Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pekanbaru Amirudin membenarkan mengenai kenaikan harga tersebut. Menurut dia, kenaikan harga hanya berkisar Rp2.000 per kilogram saja.

‘’Sesuai mekanisme pasar harga yang dijual di pasaran. Bila sudah masuk bulan Ramadan pasti naik sedikit. Tapi akan normal kembali setelah bulan Ramadan,’’ ujarnya.(hpz/new)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
epaper.riaupos.co.id

StopGlobalWarming.org

Google
 

Ekonomi & Bisnis

article thumbnailLG Perkenalkan Lemari Pendingin Flower Pattern

Senin, 24 November 2008

Perkuat Pasar di Penghujung 2008 Laporan NUKE FATMASARI, Pekanbaru nukesar@riaupos.co.id Tren pasar yang terus bergulir dari waktu ke waktu membuat pemain konsumen elektronik harus tetap...

Simak Juga

Metropolis

article thumbnailLagi, Banjir Ancam Dua Kelurahan

Senin, 24 November 2008

Laporan LISMAR SUMIRAT dan MASHURI KURNIAWAN, Kota redaksi@riaupos.co.id HUJAN deras beberapa hari terakhir menyebabkan permukaan air Sungai Siak naik dan menggenangi perumahan warga yang...

Simak Juga