| Luluk/Alvent Terancam Dicoret |
| Selasa, 26 Agustus 2008 | |
|
Laporan JPNN, Jakarta
KEBERLANGSUNGAN Luluk Hadiyanto/Alvent Yulianto di pelatnas PB PBSI terancam. Torehan buruk pada Olimpiade 2008 Beijing menjadi catatan tersendiri jajaran pelatih kawah candradimuka Cipayung. Dalam agenda multi iven empat tahunan di Negeri Panda yang baru usai 24 Agustus lalu itu, keduanya hanya sanggup bertanding di babak pertama dari pasangan nonunggulan asal Jepang Tadashi Ohtsuka/Keita Masuda 21-19, 14-21, 14-21. Kewaspadaan Alvent/Luluk semakin besar, karena PB PBSI juga telah memanggil pasangan PB Djarum Rian Sukmawan/Yonathan Suryatama Dasuki yang saat ini nangkring di peringkat 19 dunia. ‘’Keduanya sudah berlatih di Pelatnas sejak awal Agustus lalu, tetapi mulai Senin (kemarin, red) akan langsung saya tangani,’’ jelas Sigit Pamungkas, pelatih ganda putra pelatnas PB PBSI. Dengan begitu, Sigit akan memoles Markis Kido/Hendra Setiawan, Luluk/Alvent, dan Rian/Yonathan. Masuknya Rian/Yonathan diakui Sigit melalui jalur khusus, bukan seleksi nasional. ‘’Peringkat kedua pemain itu sangat bagus. Bahkan lebih bagus daripada Joko/Hendra,’’ terang Sigit. Per-21 Agustus, Joko Riyadi/Hendra A Gunawan berada tepat di bawah mereka, pada posisi ke-20 dunia. Kebijakan itu ditempuh dengan alasan agar regenerasi di nomor ganda putra tidak terhenti. Dibandingkan negara lain, kondisi ganda putra Indonesia memang cukup emmprihatinkan. Sebagai juara Olimpiade 2008 Beijing Kido/Hendra tak memiliki pelapis muda di pelatnas. Hanya ada Luluk/Alvent yang sudah cukup berumur dan prestasinya semakin meredup dalam waktu terakhir. Sebaliknya Cina memiliki Fu Haifeng/Cai Yun di peringkat kedua dan diikuti pasangan muda Guo Zhendong/Xie Zhongbo yang berada di urutan kesembilan. Malah Malaysia mempunyai tiga ganda putra di peringkat 10 besar, yakni Lee Wan Wah/Choong Tan Fook, Koo Kien Keat/Tan Boon Heong, dan pasangan muda Abdul Latif Mohd Zakry/Mohd Tazari Mohd Fairuzizuan.(vem/eca) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




