| Drama Bernabeau |
| Selasa, 26 Agustus 2008 | |
|
MADRID (RP)– Real Madrid memperoleh bekal berharga jelang kick-off Liga Primera Spanyol pada 30 Agustus nanti. Yakni gelar Piala Super Spanyol 2008. Madrid kini mengukuhkan diri sebagai tim paling sukses dalam ajang yang mempertemukan juara La Liga lawan Copa del Rey itu dengan koleksi 8 gelar sejak kali pertama dihelat pada 1982.
Madrid merebut trofi pertamanya musim ini setelah menang dramatis 4-2 (0-1) atas Valencia di Santiago Bernabeu dini hari kemarin (25/8) WIB. Raihan itu memastikan Los Merengues unggul agregat 6-5 setelah kalah 2-3 di leg pertama di Mestalla sepekan sebelumnya. Kenapa dramatis? Tak lain karena perjuangan Madrid merebut trofi pertamanya musim ini dilalui dengan hanya sembilan pemain sejak menit ke-72. Saat itu, kedudukan masih imbang 1-1. Publik Bernabeu sempat terhenyak dengan gol Valencia pada menit ke-33 lewat David Silva. Ketegangan berlanjut saat Rafael van der Vaart menerima kartu merah tujuh menit kemudian. Van der Vaart melakukan tindakan bodoh dengan menendang Juan Mata dalam sebuah insiden. Tanpa ampun, wasit Eduardo Iturralde Gonzalez mengusir keluar gelandang Belanda yang baru direkrut Real dari Hamburg SV itu. Tampil dengan 10 pemain, tuan rumah tidak patah arang. Madrid yang langsung menekan di awal babak kedua, memperoleh hadiah penalti menit ke-49 akibat handsball Raul Albiol. Ruud van Nistelrooy tak melakukan kesalahan sebagai algojo. Sayang, Ruudtje menyusul kompatriotnya Van der Vaart meninggalkan lapangan pada menit ke-72 karena kartu kuning kedua. Namun, di momen inilah mental pemain Madrid bicara. Defisit pemain justru membuat semangat Raul Gonzalez dkk berlipat ganda. Tiga gol diciptakan dalam tempo 11 menit, masing-masing oleh Sergio Ramos menit ke-77, Ruben de la Red (85’), dan Gonzalo Higuain (88’). Sebelum peluit panjang dibunyikan atau di masa injury time, Valencia memperkecil kedudukan lewat eks penyerang Real, Fernando Morientes. “Laga dramatis seperti ini jarang terjadi. Saya merasa baru pertama kali mengalaminya baik sebagai pemain atau pelatih,” ucap Bernd Schuster, arsitek Real, kepada EARTHtimes. Entah karena tegang atau justru girang, Schuster tidak ingin membahas permainan timnya yang masih labil dalam laga yang didahului prosesi mengheningkan cipta untuk tragedi jatuhnya pesawat di Bandara Barajas, Madrid, Rabu (20/8) lalu. “Apapun penampilan kami, kemenangan ini membantu persiapan di partai pembuka Liga Primera akhir pekan ini,” imbuh pelatih asal Jerman tersebut kepada Reuters. Madrid yang berambisi merebut gelar Liga Primera tiga kali beruntun musim ini, bakal menantang Deportivo La Coruna pada Ahad (31/8) nanti. Laga yang relatif berat bagi Los Merengeus mengingat laga dihelat di kandang Depor di Riazor. Sejak November 1991, Real belum pernah bisa menang lagi di Riazor. Musim lalu, tim yang juga berjuluk Los Blancos ini dipaksa menyerah 0-1. Namun, sebelum menghadapi Depor, Real masih punya satu agenda laga lagi. Yakni menghadapi Sporting Lisbon dalam Trofeo Bernabeu di Santiago Bernabeu pada Rabu (27/8) besok. Ajang ini semestinya digelar di pertengahan tahun lalu. Tapi, ditunda karena meninggalnya Antonio Puerta, pemain Sevilla.(dns/jpnn) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




