Selasa, 02 Desember 2008 || 3 Zulhijah 1429 Hijriah
Total SportMusuh Abadi

Sabtu, 22 November 2008

article thumbnail

Teras UtamaTak Ada Solusi Atasi Krisis Global dalam APEC

Senin, 24 November 2008

article thumbnail

Wartawan dari Riau "Tertahan" di Sumbar
Selasa, 26 Agustus 2008
Laporan ILHAM M YASIR, Pekanbaru Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
Perjalanan para wartawan dari sejumlah media di Riau mengikuti rombongan PLN meninjau PLTU Ombilin di Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat kali ini benar-benar tak mengenakkan. Pasalnya, dalam perjalanan pulang menuju ke Pekanbaru mereka terlibat suatu urusan birokrasi berbelit-belit dengan jajaran Polres Limapuluh Kota.

Akibatnya, enam wartawan dan sejumlah perwakilan organisasi sosial seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Lembaga Perlindungan Konsumen (LPK), Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia (AKLI) dan sejumlah pejabat PLN Riau hingga Senin (25/8) tadi malam ‘’tertahan’’ di Mapolres Limapuluh Kota.

‘’Kita tertahan di Polres, karena sampai sekarang (tadi malam, red) supir dan mobil yang kami tumpangi ditahan atas alasan yang tak jelas oleh petugas,’’ ujar wartawan Riau Pos, Eka PN. Eka PN bersama sejumlah perwakilan media di Riau seperti Riau Televisi, Riau Mandiri, Metro Riau, Tribun Pekanbaru bersama perwakilan HMI Cab Pekanbaru, DPC AKLI Pekanbaru, dan LPK diundang khusus oleh PLN untuk melihat kondisi PLTU Ombilin menyusul krisis listrik yang terjadi di Riau akhir-akhir ini.

Kejadiannya berawal ketika salah satu mobil yang ditumpangi Kepala Cabang PLN Pekanbaru, Ericson Sidabutar menyenggol sepeda motor salah seorang warga bernama Wendi (14) di Jalan Lintas Payakumbuh-Kabupaten Limapuluh Kota. Kecelakaan tersebut sebenarnya hanya kejadian kecil. Apalagi orang tua korban, Erni (49) tak terlalu mempersoalkan. ‘’Bahkan PLN malah punya inisiatif merawat korban dan memperbaiki kerusakan kecil pada motor korban,’’ imbuh Ekka PN.

Menurut Ekka PN, supaya tidak timbul persoalan dikemudian hari pihak PLN malah membuat laporan ke Polres Limapuluh Kota. Tapi sayang petugas Polres kurang kooperatif.

Zulhirasman, Deputy Manager Humas PLN Riau dan Riau Kepulauan juga kecewa dengan cara perlakuan anggota Polres Limapuluh Kota. ‘’Ada kesan kita sengaja dipersulit,’’ terang Zulhirasman yang sebelumnya sempat bertemu Wakapolres Limapuluh Kota. Awalnya kata Zulhirasman Wakapolres hanya meminta perjanjian damai dengan kedua belah pihak.

Permintaan Wakapolres tersebut sebenarnya sudah dipenuhi. Pasalnya Erni, orang tua korban sudah tak memperpanjang persoalan. Tapi ketika PLN kembali ke Polres untuk menjemput STNK dan mobil, petugas malah menahan supir PLN bernama Heriyanto. ‘’Kita sebelumnya sudah kooperatif. Tapi sepertinya malah dipermainkan,’’ ujar Ericson Sidabutar, Kepala Cabang PLN Pekanbaru kepada Riau Pos, malam tadi.

Sementara itu hingga berita ini diturunkan, rombongan PLN dan wartawan masih bertahan di Mapolres Limapuluh Kota. Mereka kesulitan karena sejumlah pejabat kepolisian di Polres Limapuluh Kota termasuklah Wakapolres tak bisa dihubungi lagi.***
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
epaper.riaupos.co.id

StopGlobalWarming.org

Google
 

Ekonomi & Bisnis

article thumbnailLG Perkenalkan Lemari Pendingin Flower Pattern

Senin, 24 November 2008

Perkuat Pasar di Penghujung 2008 Laporan NUKE FATMASARI, Pekanbaru nukesar@riaupos.co.id Tren pasar yang terus bergulir dari waktu ke waktu membuat pemain konsumen elektronik harus tetap...

Simak Juga

Metropolis

article thumbnailLagi, Banjir Ancam Dua Kelurahan

Senin, 24 November 2008

Laporan LISMAR SUMIRAT dan MASHURI KURNIAWAN, Kota redaksi@riaupos.co.id HUJAN deras beberapa hari terakhir menyebabkan permukaan air Sungai Siak naik dan menggenangi perumahan warga yang...

Simak Juga