| Pemain Timnas Kemalingan |
| Jumat, 22 Agustus 2008 | |
|
Menang Besar Lawan Kamboja Belum Menjadi Ukuran
JAKARTA (RP)- Laga perdana di Piala Kemerdekaan 2008 dilalui Timnas Indonesia (A) dengan mulus. Pasukan Garuda berhasil menggelontor Kamboja tujuh gol tanpa balas. Indonesia A juga sudah menjejakkan diri di semifinal seiring kemenangan Myanmar atas Kamboja malam tadi. Kendati demikian, bukan berarti punggawa tim nasiona boleh besar kepala. Sebaliknya, Charis Yulianto dkk tetap harus rendah hati. "Jangan puas dengan hasil yang telah diraih kemarin," ingat Rahim Soekasah, Ketua Badan Tim Nasional (BTN). Kemenangan Kamis lalu atas Kamboja menjadi kemenangan terbesar Timnas Indonesia dalam kurun tiga tahun terakhir. Karenanya kemenangan itu bisa menjadi sedikit pelipur lara di tengah keringnya prestasi sepak bola Indonesia. Tapi yang perlu diingat, kemenangan tersebut direngkuh dari lawan yang kualitasnnya tidak sepadan dengan skuad Merah Putih. "Yang juga tidak boleh dilupakan, Piala Kemerdekaan ini kan hanya ajang uji coba. Piala Kemerdekaan ini bukan menjadi tujuan dari Timnas di bawah asuhan Benny Dollo," kata Rahim. Seperti yang pernah ditegaskan BTN sebelumnya, target Benny Dollo dan anak didiknya adalah Piala AFF 2008. Dalam ajang yang digelar Desember mendatang di Jakarta dan Thailand itulah Timnas dibebani target menjadi juara. "Ya, kami memang tidak boleh puas sampai disini. Apalagi untuk lini pertahanan. Banyak yang harus diperbaiki di sektor belakang," ujar Bendol --sapaan akrab Benny Dollo. Maling di Ruang Ganti Sementara itu, faktor keamanan menjadi salah satu masalah dalam perhelatan Piala Kemerdekaan ini. Saat menang atas Kamboja, maling masuk ruang ganti Charis Yulianto dkk. Akibatnya beberapa barang pemain raib. Di antaranya barang milik Charis Yulianto, Markus Horison, Ferry Rotinsulu, dan Rudi Widodo. ’’Dari keterangan yang kami dapatkan ada enam pemain yang kehilangan. Barang yang hilang seperti handphone, uang, ipod, dan perhiasan,’’ aku Herman Ago, ketua panitia pelaksana, Jumat (22/8) kemarin. Lelaki bernama lengkap Herman Chaniago itu berdalih, pihaknya sebenarnya sudah melakukan pengamanan yang optimal. Dia menyebut aparat keamanan yang diterjunkan dalam laga Timnas Senior lawan Kamboja sebanyak 1500. Menurut Ago, beberapa di antaranya di tempatkan di area sekitar ruang ganti. ’’Terus terang kami juga kecewa dengan kejadian ini. Kami tidak mau menyalahkan pihak manapun. Yang pasti koordinasi di antara kami ada yang tidak jalan dengan baik,’’ ujar Ago. Sebagai bentuk pertanggungjawabannya, Panpel menyebut akan mengusut kejadian tersebut hingga tuntas. Mereka mengaku bakal bekerja sama dengan pihak keamanan untuk menguak siapa pelaku pencurian yang menimpa skuad Merah Putih. ’’Ini sudah termasuk kejadian kriminal. Karena itu, kami akan menuntaskannya,’’ tutur Ago. Kemarin, sejumlah karyawan Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta dimintai keterangan oleh aparat kepolisian dari Polsek Tanah Abang, Jakarta. Mereka yang dimintai keterangan antara lain Sunaryo, Duka, Arifin, Pei, Purwadi, dan Adi. Namun belum ada yang menjadi tersangka. Sementara itu, kemarin seluruh pemain diliburkan sehari dan tidak ada aktivitas latihan. Banyak pemain yang memilih pulang ke rumah bertemu keluarganya, atau jalan-jalan ke mal melepas penat. Indonesia A akan kembali bermain pada Senin (25/8) lusa melawan Myanmar dalam penentuan siapa yang akan menjadi juara grup.(fim/ko/jpnn) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




