Selasa, 02 Desember 2008 || 3 Zulhijah 1429 Hijriah
Total SportMusuh Abadi

Sabtu, 22 November 2008

article thumbnail

Teras UtamaTak Ada Solusi Atasi Krisis Global dalam APEC

Senin, 24 November 2008

article thumbnail

Kadis Harus Turun ke Lapangan
Jumat, 22 Agustus 2008
BENGKALIS (RP) - Untuk suksesnya pembangunan di Kabupaten Bengkalis dalam segala bidang, seluruh pejabat eselon II yaitu kepala dinas diminta untuk lebih proaktif turun ke lapangan dengan meninjau langsung proyek-proyek yang berada di satuan kerjanya. Pendapat itu dilontarkan oleh Ketua Komisi III DPRD Bengkalis Syahril, Jumat (22/8).

“Pejabat-pejabat eselon II atau kepala dinas jangan terlalu eksklusif dengan lebih banyak melakukan perjalanan dinas ke luar daerah atau hanya duduk di kantor. Tetapi mereka sebagai penggerak pembangunan harus rajin turun ke desa-desa serta meninjau sejumlah kegiatan proyek yang berkaitan langsung dengan masyarakat. Karena kalau Kadis itu tak mau turun ke lapangan mereka tentunya akan menerima laporan Asal Bapak Senang (ABS) dari bawahannya,” ujar Syahril, menanggapi kinerja sejumlah pejabat di Pemkab Bengkalis.

Salah satu penyebab banyaknya proyek bermasalah atau tidak tuntas dikerjakan karena kelemahan dalam sisi pengawasan, seperti contoh seorang Pimpro atau PPTK sebuah proyek membuat laporan ke kepala dinas bahwa proyek yang dikerjakan rekanan sudah 100 persen. Namun kenyataannya ungkap Ketua DPC PPP itu malah belum sampai 50 persen realisasinya, kemudian dibayarkan termen 100 persen. Akhirnya kata Syahril yang rugi keuangan negara serta masyarakat.

“ Pernah ada kejadian, seorang pejabat eselon II tidak tahu nama desa ketika ditanya suatu masalah. Untuk itu mulai sekarang sangat diharapkan Kadis melakukan kontrol serta pengawasan langsung terhadap proyek di daerah-daerah karena banyak Pimpro atau PPTK yang hanya ABS dan melakukan kongkalikong dengan konsultan pengawasan serta rekanan sendiri. Contoh saja dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) sejauh ini kita tidak tahu sejauh mana keberhasilan program pilot project otonomi desa,” ujarnya memberi contoh.

Khusus kepada pihak konsultan pengawas sebuah proyek yang sudah memenangkan tender berkewajiban melakukan pengawasan proyek, dan tidak melakukan ‘main mata’ dengan rekanan. Ia juga menyorot ada konsultan pengawas serta rekanan pelaksana sebuah proyek orangnya sama, cuma beda perusahaan saja. Ia juga menambah hal itu harus diwaspadai juga oleh kepala dinas atau panitia lelang proyek.(evi)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
epaper.riaupos.co.id

StopGlobalWarming.org

Google
 

Ekonomi & Bisnis

article thumbnailLG Perkenalkan Lemari Pendingin Flower Pattern

Senin, 24 November 2008

Perkuat Pasar di Penghujung 2008 Laporan NUKE FATMASARI, Pekanbaru nukesar@riaupos.co.id Tren pasar yang terus bergulir dari waktu ke waktu membuat pemain konsumen elektronik harus tetap...

Simak Juga

Metropolis

article thumbnailLagi, Banjir Ancam Dua Kelurahan

Senin, 24 November 2008

Laporan LISMAR SUMIRAT dan MASHURI KURNIAWAN, Kota redaksi@riaupos.co.id HUJAN deras beberapa hari terakhir menyebabkan permukaan air Sungai Siak naik dan menggenangi perumahan warga yang...

Simak Juga