| Sehari, Listrik Padam Hanya Empat Jam |
| Jumat, 22 Agustus 2008 | |
|
* Donny: Daerah Lain Tak Miliki Mesin Penambahan Pasokan
Laporan RPG, Dumai -- Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya KRISIS debit air yang terjadi di PLTA Koto Panjang berdampak pada pemadaman listrik dirasakan ribuan pelanggan sejak tiga bulan terakhir dan berlanjut hingga Ramadan mendatang. Akan tetapi, bagi pelanggan Dumai khususnya dapat berlega hati, pasalnya pemadaman yang dirasakan dapat diminimalisir yakni hanya empat jam sehari. Dengan pemanfaatan PLTD Bagan Besar dengan kapasitas lima mega watt (MW), ribuan pelanggan Dumai dapat menikmati listrik mencapai 20 jam sehari. Akan tetapi, tidak bisa memenuhi pasokan listrik ribuan pelanggan Dumai mencapai 24 MW setiap harinya. Manajer PLN Rayon Dumai Kota Ir Donny Adriansyah menjawab RPG, Jumat (22/8) mengatakan selama pelaksanaan ibadah puasa mendatang, pihaknya akan berupaya agar listrik tetap menyala. Namun, tidak secara keseluruhan karena subsidi pasokan listrik PLTD sangat terbatas. ‘’Kita upayakan pada saat berbuka, tarawih dan sahur listrik tetap nyala walau sebentar. Karena, tiga waktu penting itu sangat berharga bagi umat Islam,’’ tegasnya. Donny mengatakan, pemadaman listrik yang telah dirasakan mencapai tiga bulan itu merupakan imbas dari krisis air di PLTA Koto Panjang. Sedangkan, Riau termasuk Dumai masih ketergantungan dengan PLTA Koto Panjang termasuk jaringan Sumbagteng. ‘’Pelanggan Dumai masih bisa menikmati listrik hampir 24 jam sehari, sedangkan daerah lain itu terkadang padam mencapai enam jam sehari secara bergantian. Karena, mereka tidak mempunyai mesin penambah pasokan listrik,’’ terangnya. Disinggung kondisi mesin PLTD Baganbesar, Donyy menjelaskan setakat ini masih dalam keadaan awat, karena mesin selalu dilakukan peremajaan melalui pemeliharaan dan penggunaan secara bergantian. ‘’Makanya pasokan listrik lima MW itu dapat terpenuhi, karena kondisi mesin saat sekarang belum ada kendala,’’ ujarnya mengakhiri.(fit/hen) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




