| Ketidak Hadiran Gubernur Dipertanyakan |
| Jumat, 22 Agustus 2008 | |
|
TELUK KUANTAN (RP) - Ketidak hadirian Gubernur Riau Drs H Wan Abubakar MS MSi membuka iven nasiopnal pacu jalur di Teluk Kuantan, Kamis (21/8) menjadi tanda tanya bagi masyarakat, baik yang berada di kampung halaman maupun di Pekanbaru. Bahkan, di Pekanbaru, hal ini menjadi pembahasan sendiri. Mereka berpendapat beragam, bahkan ada yang menilai hal ini sebagai unsur politik.
Seperti diketahui, pacu jalur yang menjadi tradisi dan budaya kebanggan masyarakat secara resmi telah menjadi salah satu ikon pariwisata Provinsi Riau bahkan juga telah ditetapkan secara nasional. Bahkan, dalam setiap pembukaan pacu jalur di Teluk Kuantan selain pernah mendatangkan Wakil Presiden atau Menteri Pariwisata dan Kebudayaan RI, juga selalu dibuka Gubernur Riau. Pada masa Rusli Zainal menjadi Gubernur Riau, Ketua DPD I Partai Golkar Riau tak pernah ketinggalan membuka pacu jalur. Bahkan Rusli Zainal juga rela hadir membuka pacu jalur di tingkat kecamatan. Tetapi, pada 2008 ini, saat Riau dipimpin H Wan Abubakar yang sempat menjadi rival Rusli Zainal menjelang Pilkada Riau, justru tak hadir. Sehingga ini pun menjadi pertanyaan dan perbincangan di tengah masyarakat Kuansing. Informasi yang dihimpun Riau Pos menyebutkan, ini berawal tidak turunnya anggaran pelaksanaan pacu jalur 2008 yang dianggarkan pada APBD Riau 2008. Rencanaya, anggaran pacu jalur ini baru akan dimasukkan pada APBD-P 2008, di saat Wan Abubakar menjadi gubernur. Sementara usulan anggaran pelaksanaan pacu jalur di Teluk Kuantan sekitar Rp1,3 miliar justru telah jauh hari telah diusulkan Pemkab Kuansing pada APBD 2008 semasa Rusli Zainal masih menjadi Gubernur Riau. Namun apapun persepsi dan anggapan masyarakat, dibantah Ketua Umum Panitia Pacu Jalur 2008 Ir H Helfian Hamid MSi yang dikonfirmasi Riau Pos, Jumat (22/8) di Teluk Kuantan. Helfian Hamid menegaskan, kalau pada pacu jalur 2008, panitia pacu jalur Kuansing memang tidak mengundang Gubernur Riau H Wan Abubakar. Panitia hanya mengundang para tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh-tokoh adat Kuansing yang berada di Pekanbaru. ‘’Kita memang hanya mengundang tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh adat Kuansing yang berada di Pekanbaru. Gubernur termasuk Danrem yang hadir tidak kita undang pada pembukaan pacu jalur,’’ ujar Helfian. Ini dikarenakan, Jumat (22/8) akan dilangsungkannya rapat paripurna DPD RI yang dihadiri presiden, wakil presiden, gubernur, bupati dan wali kota se Indonesia. Sehingga tidak memungkinkan untuk menghadirkan gubernur pada pembukaan pacu jalur. ‘’Ini bukan berkaitan dengan unsur politik,’’ kata Helfian. Panitia sendiri juga telah mengumumkan melalui RPD serta sejumlah media cetak tentang rencana tersebut.(dac) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




