| Inhil Diselimuti Kabut Asap |
| Jumat, 22 Agustus 2008 | |
|
Laporan YON WAHYUDI dan M NIZAR, Tembilahan
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
WILAYAH Indragiri Hilir (Inhil), Jumat (22/8) mendadak diselimuti kabut asap. Pagi hari tingkat kepekatannya sangat tinggi. Jarak pandang hanya sekitar 300 meter. Kondisi itu terus berlangsung sampai siang hari. Sore hari tingkat kepekatan kabut ini sedikit berkurang. Pagi itu cuaca mendung dan hujan rintik. Kendati mendung, suhu udara cukup gerah. Cahaya matahari baru dapat disaksikan secara leluasa sekitar pukul 13.00 WIB. Namun cahaya itupun tidak seperti biasanya melainkan agak kekuningan pertanda terhalang kabut. Sebelumnya, Kamis (21/8) wilayah Inhil diguyur hujan cukup deras dan berlangsung hampir di semua titik. Uniknya lagi, kabut asap yang muncul disertai dengan bau tanah terbakar. Di perairan, kabut asap ini lebih pekat lagi. Namun demikian belum sampai mengganggu jalannya pelayaran. Hanya saja sejumlah sarana transportasi air sedikit berhati-hati untuk menghindari terjadinya tabrakan. Pada ruas jalan raya yang berada di luar kota, kabut asap ini sangat mengganggu demikian perih di mata. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pertambangan dan Energi (DLHPE) Inhil, H Alimuddin RM SH MP saat dikonfirmasi Riau Pos Jumat (22/8) mengaku kaget dengan munculnya kabut asap tersebut. Dikatakan, berdasarkan pemantauan yang dilakukan pihaknya lewat satelit NOAA 17 skala titik api itu sangat kecil. Sifatnya sporadis dan tidak memiliki dampak yang luas. Namun demikian, pada titik panas tersebut, segera dilakukan pemantauan secara langsung untuk mengetahui kebenarannya. ‘’Pada tanggal 20 Agustus lalu kita tidak memiliki titik api. 21 Agustus ada 12 titik api. Bahkan di Tembilahan juga terpantau ada titik api. Ini tentu saja cukup mengagetkan, karena dari pemantauan langsung di wilayah Tembilahan tidak terjadi kebakaran lahan dalam skala luas. Pada hari ini kita kembali melakukan pemantauan lewat satelit untuk mengkalkulasikan berapa sebenarnya titik api di Inhil,’’ kata Alimuddin kepada Riau Pos. Menilik tingkat kepekatan kabut asap yang berlangsung di Inhil pada Jumat kemarin, Alimuddin menyebut tidak semuanya dari sumbangsih titik api di Inhil. Dia menduga kabut asap tersebut sebagian besar merupakan kiriman dari daerah tetangga yang sedang mengalami kebakaran lahan. Meski demikian pihaknya segera tanggap dan menginformasikan kepada semua kecamatan untuk lekas berbuat dalam memadamkan titik api yang ada di daerah masing-masing. Skala titik panas yang muncul di Inhil pada Kamis kemarin itu menurut Alimuddin besar kemungkinan adanya pembukaan lahan perkebunan yang dilakukan oleh sejumlah warga. Karena sekarang memang sedang tinggi intensitas pembukaan perkebunan sawit. Walaupun demikian, dia tidak dapat memastikan apakah hal itu yang menjadi penyebabnya. ‘’Kebakaran lahan itu umumnya berlangsung di atas hamparan lahan gambut. Biasanya ini terjadi saat perusahaan atau masyarakat melakukan ekspansi perkebunan. Namun demikian kita belum dapat memastikan apakah titik api yang timbul karena tindakan tersebut,’’ tutur Alimuddin.*** |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




