| Kelangkaan BBM di Kubu Makin Mencemaskan |
| Jumat, 22 Agustus 2008 | |
|
Harga Rp12.000 per Liter
KUBU (RP)- Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) seperti bensin dan solar diwilayah Kecamatan Kubu makin mencemaskan. Selain dijual dengan harga hingga Rp12.000 per liter, pasokan pun kerap terputus. Upika setempat mensinyalir, terjadi spekulasi melibatkan pengecer sebagaimana tertangkap tangan oleh Polsek setempat. Camat Kubu Jabil Syamsuddin SH menyebut indikasi spekulasi oleh pengecer yang mendapat pasokan dari perantara minyak yang membeli dengan jerigen di SPBU. Ulah perdagang tidak sehat itu dimulai dari tingginya permintaan yang tidak diimbangi dengan stok barang. Akhirnya, harga digenjot tinggi sekalipun pasokan BBM sudah terpenuhi. “Seperti yang tertangkap tangan oleh jajaran Polsek Kubu baru-baru ini, ada along atau perantara minyak dari Kecamatan Pujud yang menjual BBM ke Kubu. Setelah dikonfrontir, jawabannya hanya semata-mata harga jual di Kubu lebih tinggi,” Ulas Jabil Jumat (22/8) saat turun lapangan menyiasati sejumlah keluhan warga soal kelangkaan BBM ini. Dia tak menampik kalau proses distribusi BBM kerap disalah gunakan para along terhadap pembeli. Sehingga dengan tingginya permintaan dengan mudah menaikkan harga jual kepada masyarakat meski melampaui batas kewajaran. Tidak hanya sampai disitu, tren untuk menjual dengan harga tertinggi terus dilakukan hingga ke pelosok wilayah. AKhirnya dengan isu kelangkaan yang terjadi dalam kurun hitungan jam, mempengaruhi masyarakat dipelosok dan perkambungan terpencil untuk membeli dengan harga tinggi. “Jangan heran kalau ditempat-tempat tertentu harga bensin masih bisa Rp12 ribu perliter,” sambung bekas Camat Pujud itu. Untuk mngantisipasi permasalahan yang semakin kompleks tersebut, pemerintah kecamatan melakukan kontrol dengan melakukan pengawasan melalui catatan pembatasan pembelian kepada along atau agen pengecer yang ditandatangani camat, kepala desa dan polisi setempat. Di dalam kertas tersebut juga diterakan kalau para agen pengecer ini juga tidak boleh menjual premium dengan harga diatas Rp9.000 per liter. Hanya saja, apa yang dilakukan di Kubu ini belum tentu dilakukan juga di daerah lain. Karena itulah, saat ini banyak permainan yang dilakukan oleh agen pengecer. Salah satunya dengan mengalihkan pasokan premium dari satu kecamatan ke kecamatan lain atau menyimpan pasokan sehingga, begitu SPBU kosong, harga premium pun langsung melambung. Karena itulah, dia mengharapkan, upaya pengentasan masalah ini harus dilakukan secara terpadu di seluruh kecamatan yang ada. Begitupun sanksi atas tindakan yang merugikan masyarakat itu. Bila perlu sanksinya tegas dan diberlakukan sama tanpa pengecualian.(i) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




