| Warga Tuntut Janji Gubernur Sumut |
| Jumat, 22 Agustus 2008 | |
|
MEDAN (RP)-Puluhan warga yang tergabung dalam Kelompok Warga Rumah Susun Amplas (KWRS) Amplas, Kamis (21/8), menagih janji Gubernur Sumatera Utara Syamsul Arifin saat kampanye. Mereka meminta Syamsul memperhatikan penderitaan mereka agar tak dizalimi PD Pembangunan Pemko Medan. Pasalnya, sejak dua bulan terakhir aliran listrik ke rusun yang mereka tinggali diputus oleh PLN.
Dalam orasinya Adelina Napitupulu, Pimpinan KWRS Amplas mengatakan, pemutusan aliran listrik itu dilakukan karena PLN menengarai aliran listrik ke Rusun Amplas ilegal. Tapi alasan itu tak bisa mereka terima, karena yang memasang aliran listrik adalah PD Pembangunan. “Jangan kami yang jadi korbannya,” katanya. Dia bilang, praktis sejak dua bulan terakhir warga Rusun Amplas hidup dalam gelap gulita. “Kami ingin Pak Gubsu mempertemukan kami dengan Pemko Medan dan pihak PLN, jangan biarkan kami menderita,” tegasnya. Karena Syamsul tak muncul juga, warga KWRS nekat menerobos pagar betis Satpol PP. Aksi saling dorong pun tak terhindarkan. Barisan Satpol PP akhirnya mengalah. Warga pun dibiarkan duduk di pintu masuk Kantor Gubernur Sumut. Sayang, Syamsul tak muncul juga. Warga makin kecewa saat ML Tobing, Humas Pimpinan Pemprovsu yang menemui mereka. Meski Tobing berjanji akan menyampaikan aspirasi warga kepada Syamsul, warga tetap menyatakan tidak puas. “Pak Syamsul mana janjimu. Ingat jangan lupa diri. Kami masih ingat janjimu saat kampanye. Rakyat tidak lapar, rakyat tidak bodoh, rakyat sakit. Tapi, mengapa kami kau biarkan.(her/azf) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




