| Ditahan Persikabo, Persih Gagal Sapu Bersih Kandang |
| Rabu, 20 Agustus 2008 | |
|
TEMBILAHAN (RP) -Terlalu ambisius. Bertekad menyapu bersih seluruh pertandingan kandang, Persih malah tertahan saat menjamu Persikabo Bogor. Dalam lanjutan Divisi Utama Liga Indonesia 2008 di Stadion Beringin, Tembilahan, Selasa (19/8), Harimau Rawa hanya bermain imbang 1-1 dengan tamunya. Bahkan, Persih nyaris malu di kandang sendiri andai saja wasit tak memberi penalti untuk menyamakan kedudukan.
Disaksikan sekitar 6.000 pendukungnya pertandingan ini berlangsung ketat sejak awal. Persih langsung menekan pertahanan Persikabo yang dikomandoi oleh Syaiful. Pola serangan yang dilancarkan tim kebanggaan warga Inhil inipun bergelombang. Satu peluang emas menit 35 tidak mampu dimaksimalkan oleh Ismail Fernandes menjadi gol. Dia berhasil lolos dari kawalan pemain belakangan Laskar Pajajaran dan tinggal berhadapan dengan kiper M Halim. Sayangnya tendangan pemain asal Paraguay ini melenceng. Pada babak pertama itu, tim tamu praktis hanya bertahan dan lapangan sepenuhnya dikuasai oleh Persih. Barisan pertahanan Persikabo yang rapat dan hanya menempatkan satu orang striker menyulitkan Persih untuk membongkarnya. Penyelesaian akhir yang kerap terburu-buru membuat peluang sering terbuang percuma. Sampai babak pertama berakhir, skor 0-0 tetap tidak berubah. Di babak kedua, Persikabo mulai keluar untuk menyerang, kali ini pertandingan berjalan lebih ketat lagi. Persih yang memburu kemenangan keduanya berupaya pula untuk mencetak gol. Namun karena keasyikan menyerang, di mana pemain belakangnya kerap ikut naik menyebabkan terjadi kekosongan. Inilah yang dimanfaatkan dengan baik oleh Persikabo. Satu umpan mendatar terarah pada menit ke-55 yang dilepaskan barisan tengah Persikabo tepat jatuh di kaki Nico Susanto. Mantan pemain Semen Padang ini kemudian melakukan tendangan keras yang tak bisa dijangkau kiper Persih, Ardi. Tertinggal, Persih kemudian meningkatkan tempo permainan. Beberapa kali gawang M Halim dibombardir, dan gol yang ditunggu baru terjadi pada menit ke-60. Mendapat umpang dari Raymond, Agung Suprayogi kemudian mendribel bola masuk ke kotak penalti dan melewati tiga pemain Persikabo. Salah seorang pemain Persikabo kemudian berusaha menghentikan laju Agung dan melakukan tekel. Tak pelak lagi, wasit langsung menunjuk titik putih, penalti untuk Harimau Rawa. Keputusan ini diprotes oleh para pemain Persikabo, namun keputusan tetap. Raymond yang bertindak sebagai algojo tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, dan berhasil melaksanakan tugasnya dengan baik. Skor akhirnya berubah 1-1. Skor itupun tidak berubah sampai pertandingan berakhir. Hasil imbang bermain di kandang ini demikian mengecewakan pendukung yang sudah rela hujan-hujanan hanya ingin menyaksikan timnya bertanding. Sebagian menggerutu karena hasil yang kurang menggembirakan itu. Hasil ini membuat pelatih Persih, Danandjaya, kecewa. Menurutnya, pemain terlalu bernafsu untuk meraih kemenangan besar sehingga kurang begitu sabar sehingga sering menelantarkan sejumlah peluang emas. ‘’Harus kita akui, Persikabo adalah tim yang sudah berpengalaman di Divisi Utama, sehingga mereka sudah dapat membaca arah pergerakan pemain kita. Sebenarnya banyak kans yang kita miliki, tetapi karena terburu-buru akhirnya tidak mampu membuahkan gol. Hasil ini memang sedikit mengecewakan karena keuntungan bermain di kandang tidak mampu kita maksimalkan,’’ kata Danan kepada Riau Pos. Asisten pelatih Persikabo, Jon Arwandi, bersyukur timnya bisa meaih dua poin saat tandang ke Riau. “Target kita sebenarnya poin maksima. Penalti tadi seharusnya tak ada, tapi kita harus maklum, sepakbola kita memang masih seperti ini,” kata dosen di Fakultas Olahraga dan Kesehatan Universitas Negeri Padang (UNP) ini.(yon/hbk) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




