| 20 Km Lahan Digerus Abrasi |
| Rabu, 20 Agustus 2008 | |
|
BANGKOMUKTI (RP) - Empat daerah yang berada di wilayah Kecamatan Bangkopusako, Kabupaten Rohil dilanda bencana abrasi diantaranya Kepenghuluan Telukbano, Kepenghuluan Bangkokiri, Kepenghuluan Bangkokanan dan Seimanasib. Malahan, kehadiran abrasi setidaknya telah merusak lahan pertanian tanaman masyarakat yang ada di empat wilayah. Abrasi tersebut telah meratakan tanah menjadi pantai sepanjang sekitar 20 kilometer.
Camat Bangkopusako, Acil Rustianto yang ditemui Riau Pos, Selasa (19/8) usai prosesi pemekaran dan pelantikan Penghulu Bangkomukti di Kepenghuluan Bangkomukti tidak menafikan adanya bencana abrasi tersebut. ‘’Sampai saat ini, bencana abrasi itu masih terus terjadi. Hanya saja, kondisinya tidak begitu cepat. Semuanya berjalan perlahan secara alami. Kondisi seperti ini, tidak sama dengan yang ada di wilayah Kecamatan Rimbamelintang. Dimana, abrasi yang terjadi di sana (Kecamatan Rimbamelintang, red) berlangsung dengan cepat,’’ kata Acil Rustianto. Hanya saja, tambah Acil, pihak Kecamatan Bangkopusako belum mendapat informasi atau gambaran secara terperinci tentang berapa besar dampak yang ditimbulkan abrasi yang terus berjalan secara perlahan itu. ‘’Bagaimana kondisinya sekarang ini, saya belum mendapatkan gambaran. Tapi, kalau dilihat dari kejadian yang sudah-sudah hingga sampai sekarang ini, luas daratan yang sudah menjadi pantai khususnya di empat daerah yang dilintasi sungai Rokan itu bisa mencapai sekitar 20 kilometer,’’ kata Acil. Malahan, lanjut Acil, jalan poros yang menjadi urat nadi perhubungan darat yang menghubungkan daerah-daerah sentra produksi mulai dari Bangkopusako dengan Rimbamelintang dan Bangko, kondisinya sudah mulai terancam. Karena, abrasi yang terjadi oleh kegiatan pasang surut air sungai Rokan itu sudah hampir mendekati jalan poros. ‘’Kalau dilihat dari kondisi sekarang ini, batas antara pantai dengan jalan poros itu hanya tinggal mencapai setengah kilometer. Dulu, batas pantainya dari jalan poros itu sangat jauh sekali. Secara perlahan-lahan, tanah yang ada itu dikikis dan berubah.(sah) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




