| Belum Jadi Anggota Dewan Sudah Ada yang Curang |
| Rabu, 20 Agustus 2008 | |
|
Sebanyak 4.818 Caleg Periksa Diri di RSJ Pekanbaru
Di Provinsi Riau, menjadi anggota legislatif tampaknya menjadi primadona. Hal ini terbukti dengan membludaknya calon legislatif yang mengikuti tes kesehatan dan kejiwaan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan Pekanbaru. Laporan Afni zulkifli/rpg, Pekanbaru Hingga Selasa (19/8), untuk memenuhi salahsatu syarat wajib sebagai Caleg ini, RSJ sudah menerima 4.818 orang Caleg dari seluruh Kabupaten/kota. ‘’Per tanggal 16 Agustus lalu saja, sudah 4.578 orang yang tes kesehatan di sini untuk syarat Caleg. Hari ini ada lagi bertambah sekitar 113 orang,’’ ujar Zulfan Herri, Direktur RSJ Tampan Pekanbaru kepada wartawan, Selasa (19/8). Keselurahan Caleg yang melakukan tes kejiwaan ini kata Zulfan, untuk mendaftar sebagai Caleg di tingkat DPRD Kabupaten/kota, Caleg di tingkat DPRD Provinsi Riau dan Caleg di tingkat DPR RI. Ditambahkan Zulfan, kemungkinan Caleg yang tes kesehatan akan bertambah, mengingat KPUD memutuskan bahwa administrasi persyaratan seperti hasil tes kesehatan masih bisa menyusul. ‘’Hari ini (Selasa, red) memang jadwal terakhir daftar Caleg di KPUD Riau, namun kabar terbaru katanya KPU membenarkan syarat bisa menyusul. Jadi mungkin jumlah ini masih bertambah dan kami memang masih belum menutup untuk melakukan tes kesehatan bagi Caleg,’’ jelas Zulfan. Zulfan mengatakan, dari ribuan caleg yang diperiksa itu, ada beberapa Caleg yang tes kejiwaannya dinyatakan diragukan kelulusannya. Sebagian besar karena diketahui berlaku curang, yakni ternyata Caleg tersebut menggunakan joki, calo atau jasa pihak ketiga untuk mengisi lembar jawaban yang diberikan pihak RSJ. ‘’Setiap hari selalu kami temukan ada indikasi kecurangan. Biasanya hampir lima orang setiap Caleg yang menggunakan joki ketahuan. Untuk hal seperti ini, kelulusan kejiwaannya diragukan dan akan kami ulang kembali tesnya,’’ jelas Zulfan. Bila pada tes pertama Caleg disuguhkan 550 soal. Namun bila mengulang, Caleg tersebut hanya diminta mengerjakan 115 soal saja. ’’Tes kejiwaan mereka ini diketahui hasil kecurangan, setelah dari hasil jawaban soal mereka berbeda saat diuji oleh psiakiater. Jadi saat didesak psikiater, akhirnya mereka mengaku bahwa bukan mereka yang mengerjakan soal-soal tersebut. Hal seperti ini tiap hari terjadi, makanya kelulusannya diragukan,’’ tegasnya.(fia) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|











