| Terminal Kargo Jangan Pakai APBD |
| Selasa, 19 Agustus 2008 | |
|
Anggaran Terbatas, Banyak Prioritas
Laporan ERWAN SANI, Pekanbaru Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya ANGGOTA DPRD Kota Pekanbaru setuju jika terminal kargo tetap dibangun oleh pihak investor dan diminta jangan menggunakan anggaran APBD. Hal ini disebabkan setiap tahunnya APBD sangat terbatas dan harus memprioritaskan hal paling mendesak yang diperlukan masyarakat Pekanbaru. ‘’APBD Kota Pekanbaru sangat terbatas, jadi alangkah baiknya jika pembangunan terminal kargo itu dibangun oleh pihak investor. Apalagi anggarannya tak mencapai ratusan juta,’’ jelas Ketua Komisi II DPRD Kota Pekanbaru Ir Syafri Effendi kepada Riau Pos Selasa (19/8). Meskipun ada pernyataan instasi terkait pembangunan itu dilaksanakan secara bertahap. Tetap saja masih banyak keperluan lain yang mendesak yang diperlukan dari anggaran APBD Kota Pekanbaru. Ditanya mengapa harus investor, Syafri Effendi menegaskan, ini upaya penghematan penggunaan anggaran APBD. Sehingga anggaran APBD terfokus untuk pembangunan yang menyentuh langsung kepada masyarakat Pekanbaru, seperi jalan, drainase dan lain sebagainya. Tambahnya lagi, meskipun dibangun pihak investor, akan tetapi Memorandum of Undarstanding (MoU) bersama investor dan Pemko harus jelas. Sehingga pembangunan itu juga benar-benar memberikan keuntungan bagi Pemko Pekanbaru. ‘’Maka dari itu kita sepakat kalau terminal kargo itu dibangun investor akan tetapi jangan sampai melanggar aturan yang dibuat pemerintah,’’ tegasnya. Sekarang ini, kata Syafri Effendi, terminal kargo sangat diperlukan. Hal ini melihat keadaan di lapangan banyaknya angkutan barang yang menggunakan truk besar masuk ke dalam kota. Akibatnya banyak terjadi kemacetan. Selain itu masih banyak angkutan yang ngetem di beberapa ruas jalan. ‘’Ini harus dicermati oleh instansi terkait dan harus serius. Jika ada investor berminta dipersilahkan asalkan jelas kontribusinya untuk Pekanbaru,’’ tegasnya.*** |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




