| 419 Napi Hanya Dijaga Empat Petugas |
| Senin, 18 Agustus 2008 | |
|
Laporan Yon Wahyudi dan M Nizar
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
LEMBAGA Permasyarakatan Kelas II A Tembilahan perlu renovasi dan penambahan blok. Ini disebabkan semakin terbatasnya ruang yang ada, sedangkan jumlah narapidana dan tahanan titipan dari Kepolisian, Kejaksaan dan Pengadilan terus bertambah. Selain itu blok khusus untuk Napi anak-anak dan waria juga belum tersedia. ‘’Kita cukup kewalahan dalam melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap Napi yang ditempatkan di Lapas tersebut. Jumlah petugas sangat terbatas, karena hanya empat orang sedangkan jumlah Napi yang mesti diawasi 419 orang menjadi satu permasalahan tersendiri. Pasalnya jumlah tersebut sangat tidak sebanding dengan petugas jaga. Sementara kapasitas Lpas hanya 200 orang,’’ ujar Kalapas Kelas II A Tembilahan, H Agus Toyib BcIP SH MH kepada wartawan, Senin (18/8). Idealnya untuk menjaga Napi sebanyak itu paling tidak diperlukan 12 petugas jaga sehingga pengawasan berjalan lebih efektif. Upaya untuk meminta tambahan tenaga itu bukannya tidak pernah dilakukan, tetapi senantiasa disampaikan. Namun belum ada hasil nyata dan petugas yang ada terpaksa dimaksimalkan dalam penjagaan. Petugas jaga dikatakan Agus Toyib mesti ekstra keras dalam bertugas. Infrastruktur Lapas Tembilahan yang sudah mulai rapuh akibat dimakan usia menjadi permasalahan lainnya. Ini adalah salah satu persoalan yang harus antisipasi pula dalam waktu cepat. Dalam pada itu, tingginya kasus kejahatan yang dilakukan anak-anak belakangan ini baik kejahatan dengan pencurian dan perkelahian serta Narkoba, mengharuskan adanya bangunan khusus untuk mereka. Sayangnya sampai sekarang LP Tembilahan belum memilikinya. Untuk membangun hal itu memerlukan biaya yang cukup besar dan tidak dapat dilakukan secara serampangan. ‘’Saat ini ada sekitar 12 Napi anak-anak yang dibina di LP ini, mereka semestinya dipisahkan dari blok dewasa. Namun karena keterbatasan, makanya menempatkan mereka pun harus kita siasati bersama binaan yang sudah dapat dipercaya. Tujuannya supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,’’ ujar Agus Toyib kepada wartawan. Begitu juga dengan blok untuk waria, ini ditegaskan Agus Toyib semestinya dibuatkan blok tersendiri. Dalam pembinaannya tidak boleh digabung dengan Napi pria maupun Napi wanita. Pasalnya dikhawatirkan ada resiko tersendiri yang akan ditimbulkan bila mereka digabung. ‘’Waria itu yang lebih susah kita menempatkanya. Digabung dengan pria kita takut akan timbul perbuatan yang tidak semestinya. Namun jika digabung dengan Napi wanita, kita juga khawatir Napi binaan wanita dapat hamil atau hal lain yang tidak sepantasnya. Jadi sangat dilematis sekali,’’ ujar Kalapas. Kesulitan dan program yang dihadapi dalam lapas Tembilahan itu menurutnya cukup banyak. Ini adalah permasalahan yang harus dicarikan solusinya supaya dalam proses pembinaan dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan. Selain itu Agus Toyib meminta pula kepada warga supaya menerima Napi yang sudah usai menjalankan hukumannya. Pasalnya mereka adalah anggota masyarakat yang sudah menyadari kesalahannya. ‘’Sebab itulah anggaplah mereka sebagai keluarga sendiri dan mohon diterima kembali saat sudah selesai menjalai pembinaannya. Bimbingan dan sambutan yang diberikan warga akan mampu membangkitkan motivasi untuk berbuat lebih baik dalam kehidupannya,’’ tegas Agus Toyib.*** |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




