| Jadikan Momen HUT untuk Membangun |
| Senin, 18 Agustus 2008 | |
|
Laporan Desriandi Candra, Teluk Kuantan
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
Bupati Kuansing H Sukarmis mengatakan, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Karena itu, sebagai generasi penerus, momen Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI tahun ini, harus dijadikan sebagai momen untuk memacu pembangunan di Kabupaten Kuantan Singingi. Hal ini dikatakan H Sukarmis pada sat malam resepsi kenegaraan yang dilaksanakan, Ahad (17/8) malam di Gedung Abdul Rauf Teluk Kuantan. Turut hadir Ketua DPRD Marwan Yohanis SSos, Wakil Bupati Drs H Mursini MSi, Sekda Drs H Zulkifli MSi, Kapolres Kuansing AKBP Drs Heny Sulistiya Arianta, Kajari Teluk Kuantan Nursukmawati Hamid SH, Ketua Tim Penggerak PKK Kuansing Hj Juita Alfis Sukarmis SPd, Ketua GOW Kuansing Hj Emi Mursini, Ketua Darma Wanita Persatuan Kuansing Hj Yeni Zulkifli serta para Asisten, Kepala Badan, kepala Dinas, Camat, Kabag dan pegawai di lingkungan Pemkab Kuansing. Turut hadir sejumlah tokoh masyarakat yang berada di Pekanbaru seperti H Hasanusi JS, Edyanus Herman Halim SE MS yang bergelar Datuk Bisai, kalangan pelajar serta Paskibra Kuansing 2008. Bupati mengatakan, kemerdekaan yang diperingati hari ini didapat dengan penuh pengorbanan yang dilakukan para pejuang bangsa, dengan tetesan darah dan air mata untuk satu tujuan; Indonesia merdeka. Karenanya, sudah sewajarnyalah, generasi muda khususnya masyarakat memberikan apresiasi yang tinggi atas jasa para pahlawan yang telah gugur di medan pertempuran. Karena itu, sebegai generasi penerus harus mengisi kemerdekaan dengan program pembangunan dan sama-sama mebangun bangsa dan negara. Apabila, kembali membaca perjuangan bangsa, apa yang dilakukan saat ini banyak terjadi kekurangan. Sementara para pejuang dengan keterbatasan senjata rela berkorban dan berjuang melawan penjajahan. Nilai-nilai perjuangan tersebut perlu terus dipertahankan dalam pelaksanaan pembangunan Kuansing, sehingga kelak Kuansing dapat berdiri tegak sama dengan kabupaten lainya. Pelaksanaan pembangunan di nera otonomi daerah, adalah upaya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat serta memperpendek rentang kendali birokrasi dan meningkatkan pelayanan pada masyarakat. Dengan kedekatan pemerintah dengan masyarakat, maka daerah akan dapat melaksanakan pembangunan yang di dasarkan aspirasi masyarakat. Sejak awal berdirinya Kuansing, telah berkomitmen untuk menggunakan seluruh potensi masyarakat dalam pembangunan seperti yang terkandung dalam pacu jalur. Dalam filosopi pacu jalur tersibak makna untuk menggapai kemenangan diperlukan ke kompakan serta berjalan dengan searah. Dengan satu arah dengan pemerintah dan masyarakat dan dengan moto ‘Basatu nogori maju’ akan dapat meningkatkan kemampuan ekonomi masyarakat dalam memberantas kemiskinan. Pada 2002 lalu, dari data yang ada jumlah pendudk miskin di Kuansing mencapai 28,24 persen. Namun sekarang berdasarkan hasil survei berbagai lembaga jumlah penduduk miskin di Kuansing tinggal 14 persen. Selain itu, Kuansing yang merupakan salah satu kabupaten tertinggal di Riau, sejak akhir 2007 Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (PPDT) menetapkan, Kuansing tidak lagi kabupaten tertinggal. Hal ini diharapkan menjadi motivasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan peningkatan pembangunan di segala sektor seperti pendidikan, kesehatan serta pemberantasan kemiskinan dan sektor lainnya. Usai memberikan arahan, H Sukarmis didampingi istri dan H Mursini bersama isteri memberikan ucapan selamat pada seluruh undangan atas HUT Kemerdekaan RI.*** |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




