| Badai El Nino |
| Senin, 18 Agustus 2008 | |
Laporan JPNN, LiverpoolPara penggemar Liverpool, tampaknya, harus bersabar menunggu performa dahsyat tim kesayangannya. Diklaim punya lini depan terbaik di Premier League 2008/2009 seiring kedatangan Robbie Keane, Liverpool justru kesulitan sekadar mencetak gol di dua laga resmi mereka di awal musim ini. Di leg pertama kualikasi Liga Champions Rabu (13/8) lalu, The Reds hanya mampu bermain imbang tanpa gol lawan Standard Liege. Ahad dini hari kemarin (18/8) WIB, Liverpool beruntung masih bisa mencetak satu gol ke gawang Sunderland sehingga mengamankan tiga poin dalam laga di Stadium of Light tersebut. Fernando Torres, top scorer Liverpool musim lalu dengan 33 gol di berbagai ajang, untuk kesekian kali menjadi pahlawan bagi timnya lewat gol pada menit ke-83. Tendangan pemain berjuluk El Nino dari jarak 20 meter memanfaatkan passing Xabi Alonso, memecah kebuntuan klub sekota dengan Everton itu sejak awal pertandingan. Sebuah bukti lagi bagaimana dahsyatnya badai El Nino ini. Pada 29 Juni lalu, Torres juga menjadi pahlawan Spanyol saat menjuarai Euro 2008 di Austria-Swiss. Kala itu, Torres mencetak gol semata wayang Tim Matador atas Jerman di partai final di Stadion Ernst Happel, Wina. “Trofi Premier League adalah prioritas utama saya musim ini. Jadi, saya selalu bersemangat tampil di setiap laga,” ujar Torres kepada Setanta Sports. Performa Torres menuai pujian dari Rafael Benitez, pelatih Liverpool. Dikatakan Benitez, Torres yang sebenarnya tidak banyak mengikuti laga pramusim, adalah pemain brilian yang bisa mengubah keadaan. “Fernando bisa melakukan tendangan tak terduga untuk memberikan kemenangan bagi tim kami. Sekalipun kami tidak tampil maksimal, tiga poin adalah raihan berharga mengawali kompetisi,” tuturnya. Jika Torres menuai pujian, tidak demikian halnya dengan Robbie Keane. Pemain yang didatangkan dengan banderol 20,3 juta pounds atau sekitar Rp352 miliar itu belum tampil maksimal. Aksi maupun pergerakan Keane sepertinya belum bisa dipahami pemain Liverpool lainnya. “Keane masih perlu waktu. Saya yakin dia akan bisa mencetak gol secepatnya,” terang Benitez. Sementara itu, arsitek Sunderland, Roy Keane, menyebut jika kekalahan timnya memang karena faktor kelelahan dan kelengahan di 15 menit terakhir. Dan, Keane mengaku jika dirinya adalah orang yang harus bertanggung jawab akan hal itu. “Seharusnya kami menjalani laga pramusim dengan lawan-lawan yang lebih tangguh karena pemain ditempa bagaimana cara mengatasi tekanan selama 90 menit,” jelasnya sebagaimana dikutip Reuters. Chelsea Pesta Gol Sementara itu, awal sempurna dibuat Chelsea di pertandingan pertamanya. Di depan pendukungnya sendiri mereka menekuk Portsmouth dengan skor telak 4-0, yang membuat Chelsea memimpin klasemen sementara. Empat bintang The Blues yaitu Nicolas Anelka, Joe Cole, Frank Lampard, dan Deco menjadi inspirasi kemenangan meyakinkan tersebut lewat gol-golnya di Stamford Bridge, Ahad (17/8/2008).(dns/hbk) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|


Laporan JPNN, Liverpool

