| Happy Ending Michael Phelps |
| Senin, 18 Agustus 2008 | |
|
Laporan JPNN, Beijing
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
TUNTAS sudah misi Michael Phelps memborong delapan emas renang di Olimpiade Beijing. Emas terakhir yang didapat bintang renang Amerika Serikat (AS) itu di Water Cube, Ahad (17/8) adalah nomor estafet 4x100 meter gaya ganti putra. Sukses Phelps tersebut sekaligus memecahkan rekor anyar sebagai atlet pertama dalam sejarah Olimpiade yang mengoleksi delapan emas dalam satu edisi penyelenggaraan. Tim renang AS menjadi yang tercepat setelah membukukan catatan waktu 3 menit 29,34 detik. Hasil itu didapat dari akumulasi empat perenangnya. Antara lain Aaron Piersol (53,16 detik), Brendan Hansen (59,27), Phelps (50,15 detik), dan Jason Lezak (46,76). Catatan itu turut mempertajam rekor lama 3 menit 30,68 detik milik AS yang dibukukan pada 21 Agustus 2004 ketika Olimpiade Athena. Renang Australia yang biasa tampil sebagai kuda hitam berhak atas perak dengan waktu 3 menit 30,04 detik. Sedangkan tim Jepang harus puas kebagian perunggu setelah mencatatkan waktu 3 menit 31,18 detik. Walau diposisikan sebagai perenang ketiga, andil Phelps cukup tinggi. Buktinya, catatan waktu perenang kelahiran Baltimore, Maryland itu lebih cepat dari Piersol dan Hansen. ‘’Segala sesuatunya telah kuraih. Saya akan memiliki medali ini selamanya,’’ tutur Phelps kepada Associated Press. Suka cita perenang berusia 23 tahun itu cukup dramatis. Karena masa penantian 36 tahun untuk menumbangkan rekor Mark Spitz yang menyumbang tujuh emas di Olimpiade 1972 Munich lebih lama dari pada usianya. Perasaan campur aduk pun berkecamuk di benaknya. Kendati harus menanti hasil perenang terakhir (Lezak), Phelp terlihat langsung histeris dengan melakukan selebrasi yang meluap-luap dengan mengangkat kedua tangannya sesaat setelah kompatriotnya itu memastikan kemenangan.(sep/eca) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




