| Korban Tewas Tabrakan KA Mendadak Aneh, Tertawa Riang |
| Minggu, 17 Agustus 2008 | |
|
BATURAJA (RP)-Tragis nasib dialami Wahab (40), warga Desa Laya, Kecamatan Baturaja Barat, Kabupaten OKU. Setelah ditinggal pergi (meninggal, red) Mastaulah-istri tercinta 11 bulan lalu karena sakit, Wahab yang menjadi tulang punggung keluarga menyusul. Dua anaknya, Wahyu (8) dan Nabil (3) hidup menjadi yatim piatu. Wahab, menjadi salah satu korban tewas kecelakaan tabrakan KA Limeks Sriwijaya dengan KA babaranjang Sabtu (16/8) pagi, di Bandar Lampung.
Rumah panggung sederhana milik Burlian (75)-mertua Wahab (alm) di Desa Laya, Kecamatan Baturaja Barat, Kabupaten OKU kemarin siang (17/8) masih terlihat ramai. Tetangga dan keluarga datang mengucapkan duka cita. Anak tertua korban Wahyu yang sudah duduk di bangku kelas 3 SD di Desa Laya itu, terlihat menangis. Kedatangan Sumatera Ekspres kemarin siang bertepatan dengan selesainya pihak keluarga memakamkan almarhum di pemakaman Desa Laya. ‘’Kami tadi baru selesai mengubur di pemakaman desa sekitar jam 11.30 WIB,’’ kata Antoni, kerabat keluarga korban, kepada JPNN. Menurut Antoni, jenazah almarhum Wahab tiba di Desa Laya Baturaja Sabtu malam (16/8) dengan diantar mobil ambulans sekitar jam 23.00 WIB dari Bandar Lampung. Pagi harinya, kata dia, korban lalu dimandikan. Untuk memandikan jenazah, kepala korban yang hancur akibat terhimpit KA yang tabrakan ditutup dengan plastik. ‘’Tangannya memang ada yang putus, tapi bagian badan masih utuh,’’ ungkapnya. Diceritakan Antoni, sebelum mendiang istrinya meninggal, keluarga dan anak Wahab tinggal di Bandar Lampung. Hanya saja sejak ditinggal istrinya 11 bulan lalu, kedua anaknya Wahyu dan Nabil dititipkan di rumah mertua di Desa Laya. Sejak menduda itu, Wahab yang sudah bekerja sebagai sekuriti di Supermarket Candra Plaza Bandar Lampung selama 10 tahun setiap sebulan sekali pulang ke Baturaja. Tujuan kepulangan ke Baturaja, selain menjenguk anaknya, juga sekaligus memberi uang kepada anaknya. Korban sendiri pulang ke Baturaja, pada Jumat (15/8) dengan menumpang KA Ekspres. Namun, ketika hendak kembali ke Bandar Lampung untuk mengejar shift dinas pagi (pukul 08.00 WIB), pada Sabtu (16/8) malam dengan menumpang KA Limeks, pukul 02.00 WIB ternyata menjadi kepulangan terakhir korban. Mengenai firasat kepergian korban ternyata, juga dirasakan anggota keluarga. Marda, adik dari istri Wahab mengaku sejak pulang ke Baturaja belakangan tingkah korban memang agak sedikit aneh. Korban yang seharinya menetap di Kelurahan Tanjung Agung, Pasar Tugu, Bandar Lampung ini yang biasanya kalem dan terlihat serius mendadak menjadi periang. ‘’Korban terlihat sering tertawa, tapi tidak memandang muka hanya menunduk. Dia juga sempat berpesan minta dijagakan anak, tidak lama lagi akan pulang ke Baturaja,’’ urainya. Almarhum yang merupakan anak bungsu dari enam saudara ini orang tuanya tinggal di komplek tangsi, polri di Baturaja. Kepada anak tertuanya Wahyu, korban juga sempat berpesan untuk tidak nakal. Bahkan, sempat mengatakan akan membelikan sepeda anaknya saat Idul Fitri. Anggota keluarga korban juga menyesalkan, beberapa barang yang dibawa korban hilang, seperti tas dan dompet raib sesudah kejadian.(jpnn) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




