| Federer Tak Jadi Bangkit |
| Kamis, 14 Agustus 2008 | |
|
Laporan JPNN, Beijing
NASIB buruk tak kunjung lepas dari petenis Swiss Roger Federer. Keterpurukan yang tengah dialaminya di tenis profesional berimbas pada prestasinya di Olimpiade Beijing 2008. Petenis yang pekan depan kehilangan takhta nomor satu itu terhenti di perempat final. Langkah unggulan teratas Olimpiade itu dihentikan petenis Amerika Serikat (AS) James Blake. Blake unggul 6-4, 7-6 (2) dalam waktu 1 jam 31 menit. Hasil tersebut menjadi kejutan utama dalam tunggal pria cabang tenis. Salah satu faktornya, dalam delapan kali pertemuan yang terjadi antara keduanya di berbagai ajang, Federer selalu menang atas Blake. Apalagi, kekalahan yang diderita oleh Federer itu terjadi pada turnamen yang disebutnya sebagai kebangkitan dari keterpurukan sejak awal musim 2008. Dalam Olimpiade kali ini, Federer berusaha meraih medali. Dalam dua Olimpiade sebelumnya, tak satu pun medali berhasil dibawanya pulang. Di Olimpiade Sydney 200 dia tersingkir di semifinal, sementara di Olimpiade Athena 2004 dia sudah tersisih di babak kedua. Kekalahan dari Blake juga berarti tak akan ada partai balas dendam terhadap Rafael Nadal (Spanyol) di final tunggal pria Olimpiade. Selain akan merampas takhta nomor satu ATP (Asosiasi Tenis Pria), Nadal juga telah merampas gelar grand slam Wimbledon yang sudah lima tahun dikuasai Federer. Nadal sendiri juga masih melangkah ke perempat final. Pertarungannya melawan petenis nonunggulan asal Austria Jurgen Melzer (Austria) baru terlaksana dinihari tadi. Laga antara Federer melawan Blake itu seharusnya berlangsung pada pagi hari waktu setempat. Berhubung cuaca buruk yang melanda Beijing dari pagi hingga sore, pertandingan terpaksa diundur hingga malam. Cuaca buruk kembali mengganggu jadwal Olimpiade. Badai dengan hujan lebat disertai petir yang menerjang Beijing kemarin merusak agenda pertandingan yang digelar di luar ruang. Bahkan, perebutan medali dari beberapa cabang juga terpaksa mengalami penjadwalan ulang. Tertundanya jadwal itu membuat keseluruhan penjadwalan hingga partai akhir di cabang tenis menjadi berantakan. Kemungkinan mundurnya jadwal untuk babak selanjutnya pun tak terhindarkan. Partai final tunggal yang dijadwalkan dilangsungkan Ahad (17/8), terpaksa dijadwal ulang. ‘’Sudah pasti kondisi ini memberikan konsekuensi pada jadwal. Kami perlu menjadwal ulang beberapa partai perebutan medali. Tapi, kami yakin kompetisi bisa selesai sesuai jadwal karena para petenis harus memenuhi jadwal tur mereka selanjutnya,’’ ungkap salah seorang juru bicara panitia.(ady/fas) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




