| Tiga Negara Komplain Hakim |
| Kamis, 14 Agustus 2008 | |
|
BEIJING (RP) - Cibiran kepada korps pengadil tinju amatir Olimpiade Beijing kembali menjadi topik hangat. Kini, giliran kubu Rusia yang gagal meloloskan satu-satunya wakil kelas berat ringan Artur Beterbiev angkat bicara. Kekalahan pemegang perak kejuaraan dunia 2007 Chicago dengan skor telak 2-8 dari petinju tuan rumah Zhang Xiaoping di babak 16 besar kemarin (14/8) membuat Rusia geram.
Mereka mengikuti jejak Inggris dan Ukraina dengan melayangkan protes ke Asosiasi Tinju Amatir Internasional (AIBA). ‘’Setiap petinju yang melawan petinju Cina kerap menimbulkan komplain terhadap penilaian hakim,’’ keluh salah satu ofisial Rusia kepada Associated Press. Kenyataan yang sama turut menimpa andalan Kamerun di kelas welter Joseph Mulerna saat kalah 4-8 dari petinju tuan rumah Hanati Silamu. Selama penyelenggaraan Olimpiade, petinju amatir Tiongkok belum sekalipun lolos sampai final. Namun, sinyalemen kecurangan yang dilakukan hakim dalam memberikan penilaian bisa menjadi catatan buruk dalam sejarah perkembangan tinju nonbayaran itu. Apalagi dari 11 kelas yang dipertandingkan sampai hari kelima, sebanyak tujuh petinju tuan rumah masih bertahan. Pihak Cina pun bersikukuh kemenangan yang diraih semata karena faktor teknis. ‘’Saya punya keuntungan psikologis karena lawanku sejatinya lebih kuat dariku. Sehingga, saya tak punya beban,’’ dalih Zhang. ‘’Strategiku berjalan cukup baik. Salah satunya karena postur dan jangkauan pukulanku lebih panjang. Hal itu yang membuatku bisa menjaga dari pukulan dia (Beterbiev),’’ imbuhnya. Sebelum itu, tudingan berpihaknya hakim dikeluhkan pelatih tinju amatir Inggris dan Ukraina. Pemicunya adalah sama. Yakni rasa tak puas atas penilaian hakim yang buruk. Sementara, juru bicara AIBA Richard Baker tak menganggap protes tersebut. Selain karena keputusan hakim tak bisa diganggu gugat, pihaknya sudah menerapkan penilaian dengan komputer. Sistem itu sudah dijalankan setelah insiden kesalahan penilaian di Olimpiade 1988 Seoul, Korea Selatan. Kala itu, petinju AS Roy Jones Jr kalah kontroversi dari petinju tuan rumah Park Si-hun. Dinyatakan menang meski keputusan hakim salah, Park nyatanya meminta maaf kepada Jones Jr.(sep/jpnn) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




