| Karyawan Vigour Keracunan |
| Kamis, 14 Agustus 2008 | |
|
Laporan RPG Medan
Sebanyak 35 karyawan dari 70 karyawan yang ada di PT Pepharin Ria (Petisah Pharmaceutical Industri) Jalan Adam Malik Medan keracunan makanan (intokxikasi). Di duga karyawan ini keracunan ikan dencis yang dipasok oleh salah satu usaha rekanan perusahaan ini. Peristiwa naas itu diketahui pada (14/8) sekira pukul 13.30, tepatnya satu jam setelah karyawan ini selesai makan. Belasan karyawan awalnya pusing-pusing dan muntah-muntah, setelah itu pingsan. Akibat adanya keserentakan ini, security dan sejumlah karyawan lainnya kebingungan melihat peristiwa seperti ini. Melihat adanya karyawan pingsan, security dan beberapa karyawan yang tetap kuat membawa sekitar 20-an orang ke RS Imelda Pekerja Indonesia (IPI) di Jalan Bilal Medan. Korban ini langsung mendapatkan perawatan tim medis. Tapi, korban terus bertambah, hingga berita ini dinaikkan jumlah korban keracunan sebanyak 35 karyawan. Salah seorang korban, Juli Sri Wahyuni (29) warga Jalan Bono mengatakan mulanya tenggorokannya gatal-gatal, kemudian kepala pusing dan perutnya mual. Akibatnya dia merasakan kondisinya semakin memburuk dan muntah-muntah. Saat itu, dia sempat melihat temannya pingsan. Akibatnya dia semakin terkejut dan kebingungan, ternyata melalui temannya yang masih sehat dan beberapa orang yang belum sempat makan siang, membawa para korban ke RS IPI. Di rumah sakit inilah, setelah masuk infus, dirinya dan teman-teman ada tambahan tenaga. "Waktu kami makan ikannya sama rasanya gak beda sama ikan-ikan yang biasa, tapi reaksinya satu jam setelah kami makan, tiba-tiba kepala pusing, terus mual, dan tenggorokan gatal,” ceritanya. Saat inilah, semakin terasa kalau makanan yang kami makan siang itu ada zat yang aneh, yang membuat dia dan teman-temannya harus di infus dan dirawat di RS Imelda Pekerja Indonesia. Korban lainnya, Muharayah Tusakdiah (34) warga Jalan Cempaka Raya, Tanjung Sari, Medan mengatakan awalnya dia tidak mengatahui makanan yang dkonsumsi mengandung zat berbahaya dan tidak sesuai dengan tubuh, sehingga ketika dimakannya tidak ada bedanya dengan makanan biasanya. Tapi, reaksi dari makanan itu yang membuat dirinya lemah dan pusing-pusing. “Kami biasa makanan yang dibuat oleh catering itu, tapi sekarang ini beda reaksinya,” ucap karyawan yang bertugas di bidang Farmasi dari perusahaan tersebut. Sementara itu, Personalia dan Humas PT Pepharian Ria Medan, Albert Aritonang mengatakan pihaknya dengan cetering rekanannya sudah terjalin sejak 15 tahun, pemilik dari cetering itu, Rosmawati warga Jalan Selamat, Medan Barat. Selama itu menjalin kerjasama, hanya baru kali ini saja ada keracunan. Sehingga dia meyakini kalau permasalahan ini tentunya tidak ada unsur kesengajaan. Sekarang ini, perusahaan menyerahkan kepada pihak kepolisian untuk penyidikan terhadap makanan berbahaya itu, dia juga menyerahkan perawatan korban kepada rumah sakit, pasalnya RS IPI merupakan bagian mitra kerja perusahannya. “Jangan khawatir, perusahaan sudah mengatur semua biaya baik, mulai obat-obatan dan perawatan pasien,” bebernya. Dia mengungkapkan perusahannya bergerak di bidang farmasi obat-obatan, dan minuman kuat, Vigour. Ketika disinggung, apakah perusahaan produksi minuman keras Vigour, dia berkilah dan menyatakan kepada wartawan lain kali kita bertemu lagi. Sementara itu, Humas RS IPI, Walman Ritonga menjelaskan karyawan ini masuk ke RS IPI dalam keadaan mual-mual, pusing dan lemah. Namun, kondisinya tidak ada yang mengkhawatirkan. “Kemungkinan satu atau dua hari kemudian sudah bisa dipulangkan, sebab kondisinya tak ada yang mengkhawatirkan,” katanya. Kapolsek Medan Barat, AKP Darfin Purba mengatakan pihaknya sudah melakukan sita makanan, sekaligus menyita asal makanan dari pengusaha cetering. Selain itu, pihaknya sudah memanggil dua orang saksi. Terkait korbannya, sekarang ini perusahaan menyerahkan kepada pihak RS IPI, tapi kepolisian tetap memasang polise line di perusahaan yang bergerak memproduksi minuman vigour. “Sekarang kami masih melakukan penyelidikan, dan menyerahkan sampelnya kepada Laboratorium kesehatan untuk diuji mengandung apa aja makanan itu,”terangnya ketika ditemui usai melakukan penyelidikan di perusahaan tersebut.(ril/rpg) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




