| Gudang Lebih Bagus dari Lokal Sekolah |
| Kamis, 14 Agustus 2008 | |
|
Warga Desa Pulaurambai Mengadu ke Anggota DPRD Riau
Anggota DPRD Riau H Edi Basri dan anggota DPRD Kampar H Ilyas HU sempat terkejut saat meninjau lokal yang ada di MTs Muhammadiyah Desa Pulaurambai. Ruang belajar ini sangat sederhana, dinding batu yang belum diplester, atap tidak mempunyai loteng bahkan beberapa bagiannya bocor. Ruangan lokal itu mempunyai jendela tapi tidak berpintu. Laporan RINA DIANTI HASAN, Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya UNTUK menghindari kesan bolong, sekolah memasangkan jeruji sehingga terkesan seperti pintu penjara. ‘’Beginilah kondisi lokal di sekolah ini. Barangkali gudang yang ada di rumah bapak lebih baik dari lokal yang kami miliki,’’ ujara Wakil Kepala MTs Muhammdayah Pulaurambai, Hj Yusmanidar kepada Edi Basri, usai mengikuti kegiatah Israk Mikraj yang dilaksanakan oleh sekolah itu, Kamis (14/8). Yusmanidar menjelaskan, sekolah ini keberadaannya sudah berpuluh tahun dan bisa dikatakan sekolah lanjutan pertama yang berdiri di desa ini. Sayangnya sekolah ini bisa dikatakan jalan di tempat. Untuk pelajarnya saja hingga saat ini hanya sekitar 80 orang untuk tiga tingkatan kelas. ‘’Keengganan untuk sekolah di sini memang disebabkan karena sarana yang tidak memadai. Tentunya anak-anak tidak mau sekolah di sini,’’ ujarnya. Bukan hanya lokal belajar, ruang majelis guru sangat memperihatinkan. Hanya ada tiga meja yang sudah tua, sementara untuk menyimpan arsip sekolah, diletakkan dalam lemari tua yang seluruh kacanya sudah pecah pecah, sehingga kesan berantakan terlihat sangat nyata. ‘’Untuk itu kami mohon perhatian pemerintah membantu sekolah ini, karena kalau tidak dibenahi dengan segera, sekolah ini lambat laun akan hilang, sementara penduduk dan warga desa ini tergolong miskin. Mereka masih memerlukan sekolah ini,’’ harapnya. Menanggapi hal ini, Edi Basri menyatakan memang sudah seharusnya pemerintah memberikan perhatian kepada kondisi pendidikan seperti ini. Karena pendidikan adalah tanggung jawab semua pihak. Begitu juga dengan H Ilyas HU yang menyakan akan membawa ini dalam program kabupaten, sehingga tahun selanjutnya sekolah ini bisi masuk dalam anggaran APBD. ‘’Hanya saja pihak aparatur desa dan kecamatan juga jemput bola,’’ ujar anggota Komisi II DPRD Kmapar ini.(rdh) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




