Sabtu, 22 November 2008 || 23 Zulqaidah 1429 Hijriah
Total SportFantastis

Jumat, 21 November 2008

article thumbnail

Teras UtamaTindak Tegas Biro Travel Telantarkan JCH di Malaysia

Jumat, 21 November 2008

article thumbnail

Kelangkaan Premium Di Selatpanjang Akibat Ulah APMS
Kamis, 14 Agustus 2008
* Andre Sukarmen : ratusan KL tidak bisa dipertanggung jawabkan
SELAT PANJANG (RP)-Kelangkaan premium yang mendera Selatpanjang dalam tiga pekan kemaren disebabkan ulah pihak Agen Penyalur Minyak Solar/Bensin (APMS) selaku penyalur premium.

Hal ini diungkapkan  kepala dinas Perindustrian dan perdagangan kabupaten Bengkalis Andre Sukarmen dalam pertemuan dengan puluhan pedagang pengecer, APMS yang turut di hadiri oleh camat Tebing Tinggi, Kapolsek dan Kepala Kejaksaaan negeri Selatpanjang di aula kantor camat Tebing Tinggi Selatpanjang.

''Berdasarkan data yang kita peroleh dari pihak pertamina Pekanbaru, kuota premium untuk wilayah II meliputi Selatpanjang, Tebing Tinggi Barat dan Rangsang Barat dan Merbau sebesar 850 KL/bulan. Namun, dari kuota tersebut yang dipasok ke wilayah II  hanya 500 KL. Dengan demikian masih berkurang 300 Kl. Yang ironisnya lagi, pengurangan kuota ini akibat tidak distribusikan oleh pihak APMS dengan alasan yang tidak jelas,'' ujar Andre Sukarmen.

Menurut Andre Sukrmen, untuk pendistribusian premium di wilayah III dilakukan oleh 6 AMS yang terdiri dari Zulkarnaen Yahya, Kusna dan Dharsono wijaya untuk wilayah Selatpanjang dan Rangsang Barat. Untuk wilayah Tebing Tinggi Barat di ditribusi premium di salurkan melalui APMS Suwarjan dan Juanda. Sedangkan untuk  pendistribusian di kecamatan Merbau disuplai melalui APMS Musdar. Dari keenam APMS tersebut, pihak pertamina menyuplai premium sebesar 850 Kl, namun yang terealisasi hanya 500 Kl.

Dari 500 Kl yang tidak teralisasi tersebut, diantaranya 150 Kl tidak disuplai karena pihak pertamina menyetop izin operasional APMS Dharsono Wijaya karena melanggar aturan main. Sementara 50 Kl lagi tidak jelas kemana didistribusikan. Menurut pengakuan APMS Kusna di distribusikan untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar speed boat. Namun ini juga tidak jelas, karena tidak ada laporan tertulisnya. Untuk itu kita minta agar pihak APMS melampirkan bukti penyaluran premium tersebut.

Dikataknnya lagi, selain tidak konsistennya pihak APMS dalam mendistribusikan premium kepada masyarakt kelangkaan ini juga dipicu ketatnya managemen pertamina dalam mensuplai premium. Mengacu pada aturan pihak pertamina, dalam satu hari masing-masing APMS hanya disuplai 10 Kl. AKibtnya, untuk memenuhi kouta kapal pengangkut premium terpaksa harus menunggu minimal sampai 4 hari. Dengan kondisi ini, jelas akan memicu terjadinya kelangkaan di Selatpanjang.

''Selain persoalan pengisian yang terbatas, pihak pertamina juga menerapkan aturan yang tegas terhadap pengambilan jatah kuota masing-masing APMS. Kalau dalam satu bulan pihak APMS tidak mengambil semua jatah kuota yang telah ditetapkan, pihak pertamina pada bulan berikutnya akan mengurangi jatah kuota premium di APMS terkait. Akibat dari kebijakan tersebut, kuota premium di wilayah II berkurang 300 Kl/bulannya. Hal inilah yang menjadikan kelangkaan premium di Selatpnjang, Alai dan Rangsang Barat terus berlarut-larut,'' papar Kadisprindag Bengkalis tersebut.

Melebihi HET

Disisi lainnya Andre Sukarmen juga menegaskan harga eceran premium di Selatpanjang pasca kelangkaan sudah melebihi dari HET yang telah ditetapkan pemkab Bengkalis. Mengacu pada HET, harga eceran premium sebesar Rp. 6900/liter. Sementara harga eceran prmium di Selatpanjang sempat melonjak sampai Rp. 20.000/botol aqua. Mengacu pada UU nomor 1 tahun 1981 tentang metreologi, penjualan premium tidak boleh menggunakan takaran botol melainkan harus pakai stuan liter.

''Melonjaknya harga premium ini dipicu kelangkaan akibat tidak transparannya distribusi premium dari pihak APMS. Kalau APMS mengambil dan mendistribusikan kuota premium yang telah di tetapkan pihak pertamina tidak akan terjadi kelangkaan,'' kata Kadisprindag Bengkalis tersebut.

Untuk menyikapi agar kelangkan ini tidak berlarut-larut kata Andre, pihak pertamina bersama Pemkab Bengkalis sudah sepakat untuk mempercepat proses suplai premium dari Pekanbaru ke masing-masing APMS. Selain itu, APMS Dharsono wijaya yang semapt di bekukan akan segera di aktifkan kembali diganti APMS Irianto. ''Kedepan masing-masing APMS boleh mengambil semua kuota premium yang telah ditetapkan. Dan yang lebih penting lagi, APMS harus transparan dalam mendistribusikan premium ke masyarakat sesuai dengan harga HET,'' tegas Kadisprindag Bengkalis Andre Sukarmen (rus)
 
< Sebelumnya   Berikutnya >
epaper.riaupos.co.id

StopGlobalWarming.org

Google
 

Ekonomi & Bisnis

article thumbnailBank Danamon Buka Cabang Baru

Jumat, 21 November 2008

Kucuran Kredit Capai Rp9 Triliun Laporan KARTINI FATTACH, Pekanbaru kartini-fattach@riaupos.co.id MEMPERMUDAH pelayanan ke para nasabah sekaligus memperlebar sayap bisnis di Riau, Bank...

Simak Juga

Metropolis

article thumbnailJalan Sudirman Ditutup Satu Jalur

Jumat, 21 November 2008

Mulai 07.00 s/d 13.00 WIB Laporan MUSLIM NURDIN dan RPG, Kota redaksi@riaupos.co.id UNTUK melancarkan pelaksanaan pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau terpilih H Rusli Zainal SE dan...

Simak Juga