| DPRD Minta RSUD Tingkatkan Pelayanan |
| Kamis, 14 Agustus 2008 | |
|
SIAK (RP) - Wakil Ketua DPRD Siak Irfan Gunawan ST meminta kepada manajemen RSUD Siak agar meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Karena banyak keluhan yang disampaikan ke DPRD terkait pelayanan yang diberikan pihak rumah sakit kurang memuaskan. Bahkan masyarakat yang berobat di RSUD selalu tidak dilayani dengan baik.
‘’Kita sudah banyak menerima keluhan dari masyarakat, khususnya keluarga pasien yang berobat di rumah sakit. Makanya kita meminta manajemen mengubahnya, sehingga tidak mengecewakan masyarakat,’’ ujar Wakil Ketua DPRD Siak Irfan Gunawan ST kepada wartawan, Kamis (14/8) di Siak. Irfan menyebutkan, keluhan masyarakat terkait pelayanan RSUD Siak terkait resep obat yang diberikan oleh dokter kepada pasiennya dan selalu ditebus diluar apotik RSUD. Padahal pemerintah sudah menyediakan anggaran cukup besar untuk pengadaan obat-obatan, tapi kenyataan di lapangan warga malah diarahkan membeli obat diluar rumah sakit. Menurutnya, sekitar 90 persen pasein rumah sakit baik masyarakat umum maupun yang memiliki Askes, selalu dirujuk ke rumah sakit. Namun obat yang diberikan oleh dokter dengan memakai resep malah diminta membeli keluar. Makanya kedepan ini harus menjadi perhatian pihak rumah sakit. Selain itu, Irfan juga meminta agar dokter-dokter spesialis tidak memilih-milih pasien dalam memberikan pengobatan, bahkan ketika pasien yang dirujuk ini adalah yang kritis dan selama ini penangananya kurang cepat, sehingga pasien harus menunggu lama untuk mendapatkan penanganan yang baik. Menanggapi kondisi ini, Direktur RSUD Siak dr HR Tony mengaku saat ini pihaknya sedang melakukan pembenahan di dalam. Bahkan sudah menyampaikan kepada petugas rumah sakit agar memberikan pelayanan yang baik. Namun pihaknya juga mengaku masih merasakan kekurangan dalam memberikan pelayanan, ini tentunya tidak terlepas dari tenaga dan peralatan yang dimilik rumah sakit. ‘’Kita tetap memperhatian pasien yang berobat di rumah sakit dan kita juga akan memberikan pelayanan sesuai standar yang berlaku di rumah sakit,’’ ujarnya. Terkait ketersedian obat-obatan, Tony mengaku saat ini masih dilakukan pelelangan oleh pihak rumah sakit. Karena saat ini untuk pengadaan obat-obatan memang sedang dalam proses, sehingga ketersediaan obat-obatan mengalami penurunan. Jika obat yang diperlukan pasien tidak ada di rumah sakit, maka dirujuk untuk memberi keluar.(ksm) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




