| Dua Kapal Trawl Ditangkap |
| Kamis, 14 Agustus 2008 | |
|
Laporan SYAHRI RAMLAN, Tanahmerah
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
DINAS Perikanan dan Kelautan Rohil dan Polsek Bangko, Kamis (14/8) menangkap alat tangkap ikan jenis trawl atau pukat harimau. Dalam operasi tersebut, dua kapal trawl berhasil ditangkap. Untuk memudahkan proses penyidikan sejumlah barang bukti berupa dua unit kapal, pukat harimau dan 11 ton ikan disita sebagai bukti. Sedangkan nakhoda dan awaknya hingga kemarin masih dimintai keterangan. ‘’Untuk diketahui, kita tidak akan pernah mengenal berhenti memerangi dan menertibkan pukat harimau itu. Karena pukat harimau atau trawl itu merupakan salah satu alat tangkap ikan yang sudah dilarang pemerintah sesuai dengan Keppres Nomor 39/1980 tentang penghapusan trawl. Selagi, trawl itu beroperasi di Rohil, maka akan berhadap dengan kita,’’ kata Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Rohil, Ir H Amrizal yang ditemui Riau Pos, Kamis (14/8) usai mengikuti peringatan HUT Pramuka di bumi perkemahan, Tanahmerah, Kepenghuluan Langgadaihilir, Kecamatan Rimbamelintang. Keberhasilan dalam menangkap dua kapal trawl itu, tambah Amrizal, pada prinsipnya tidak terlepas dari dukungan dan peran serta dari semua pihak termasuk masyarakat. ‘’Kemarin, Selasa (12/8), sekitar pukul 22.00 wib, kita mendapatkan informasi tentang ada kapal-kapal yang masuk dan mengoperasikan trawl di perairan Rohil. Jumlah kapal-kapal itu mencapai sekitar 40 unit. Kita bersama unsur Polsek Bangko, Rabu (13/8) sekitar pukul 04.00 WIB bergerak untuk menindaklanjuti dan mengecek terhadap kebenaran informasi yang kita terima itu. Alhasil, kita langsung melakukan penyisiran di sejumlah perairan,’’ kata Amrizal. Selanjutnya, tambah Amrizal, sekitar pukul 08.15 WIB ditemukan ada dua kapal secara bergandengan yang sedang mengoperasikan pukat harimau di perairan Panipahan, Kecamatan Pasirlimau Kapas. ‘’Kendati saat itu, salah satu unit mesin sempat macet, namun kita sampai juga merapat salah satu dari dua kapal itu. Namun, saat mau diperiksa, para awaknya berhasil memutuskan trawl itu. Hingga, trawl itu tenggelam. Hanya saja, kita masih menemukan satu unit trawl lainnya,’’ kata Amrizal. Sementara langkah lain yang diambil, lanjut Amrizal, yakni melakukan pengejaran terhadap satu unit kapal di seberangnya. ‘’Kapal yang di seberangnya kita kejar. Begitu sudah dekat, anggota kita secara cekatan, melompat dan berhasil menguasai kapal yang hendak kabur itu. Kedua kapal itu kita tarik ke Bagansiapi-api. Masing-masing KM Maju Baru dan KM Bina Andalan Samudera III. Saat disita, KM Maju Baru itu terdapat ikan campuran yang banyaknya mencapai sekitar empat ton. Sedangkan di KM Bina Andalan Samudera III juga ditemukan ikan campuran sekitar tujuh ton. Khusus nahkoda dan awaknya, dititipkan di Mapolsek Bangko untuk menjalani pemeriksanaan lebih lanjut,’’ kata Amrizal. Amrizal menjelaskan, upaya untuk memerangi dan menertibkan pukat harimau, pihaknya tidak mengenal kata-kata berhenti. ‘’Kita tidak akan pernah berhenti untuk itu. Apalagi, berdasarkan informasi, sedikitnya masih ada sekitar empat puluh kapal trawl yang beroperasi di perairan Rohil. Dan biasanya, kapal itu segera beroperasi sewaktu kita lengah. Untuk diketahui, kita sudah mengintensifkan pengawasan soal itu. Kalau ada ditemukan, kita kejar dan tangkap,’’ kata Amrizal yang juga menjabat sebagai Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) ini.*** |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




