| Duet SBY-Kalla Masih Diminati Masyarakat |
| Kamis, 14 Agustus 2008 | |
|
Laporan JPNN, Jakarta
Gerakan untuk tetap mempertahankan duet SBY-Kalla mulai bergerak. Kali ini MKGR (Musyawarah Keluarga Gotong Royong), salah satu sayap Partai Golkar, meminta duet tersebut kembali maju dalam Pilpres 2009. ‘’Kami ingin tetap mempertahankan duet SBY-Kalla pada Pilpres 2009 nanti,’’ kata Ketua Umum DPP MKGR Priyo Budi Santoso di gedung DPR kemarin (13/8). Menurut dia, sikap itu merupakan salah satu rekomendasi resmi MKGR yang diputuskan dalam rapat Konsolidasi Partisipasi Prestasi Majelis Permusyawaratan Organisasi Ormas MKGR yang berlangsung Selasa malam lalu di Hotel Sultan. Keinginan menggandengkan kembali pasangan SBY-Kalla sebelumnya juga dilontarkan DPP Generasi Muda Partai Demokrat. Sejumlah elite Partai Golkar juga sudah secara terbuka melontarkan isu itu. Misalnya, anggota Dewan Penasihat Partai Golkar Muladi. Namun, sifatnya pribadi. Priyo menyatakan bahwa MKGR masih merasa nyaman dengan platform dan visi politik SBY. Karena itu, Kalla selaku ketua umum Partai Golkar masih pas untuk dipasangkan dengan SBY. ‘’Tapi, tentunya harus ada fatsun politik yang dihormati bersama. Semua kalkulasi politik harus dihitung dari awal,’’ tegasnya. Dalam rekomendasi politik yang disebut manifesto politik MKGR itu juga dimunculkan opsi untuk mempertahankan koalisi inti, yaitu Partai Golkar dan Partai Demokrat. Meski begitu, tampaknya, MKGR juga tak mau menutup peluang untuk berkoalisi dengan partai nasionalis dan kelompok partai Islam. ‘’Selain dengan PDI Perjuangan, kami rasa perlu berkoalisi dengan parpol berbasis Islam, seperti PPP, PAN, PKB, dan PKS,’’ ujar Priyo yang juga ketua Fraksi Partai Golkar (FPG) DPR. Dia juga menegaskan, Partai Golkar tetap mungkin mengusung capres dan cawapres dari kalangan kader sendiri. Dengan catatan, perolehan suara Partai Golkar pemilu mendatang 30 persen. ‘’Kalau jumlah suaranya spektakuler, kami mengusulkan agar Golkar mempertimbangkan tujuh tokoh sentral di beringin,’’ katanya. Ketujuh nama itu adalah Ketum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla, Ketua Dewan Penasihat DPP Partai Golkar Surya Paloh, anggota Dewan Penasihat DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie dan Sri Sultan Hamengkubuwono X, Ketua Umum PPK (pimpinan pusat kolektif) Kosgoro Agung Laksono, Ketua Umum SOKSI Syamsul Muarif, dan Ketua Umum DPP MKGR Priyo Budi Santoso. ‘’Masak saya tidak boleh menjadi capres atau cawapres,’’ canda Priyo, lantas buru-buru menambahkan bahwa Jusuf Kalla tetap mendapat prioritas utama.(pri/tof/muh) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




