| CLPG Serahkan 20 Hektare Kebun Sawit ke Unilak |
| Rabu, 13 Agustus 2008 | |
|
PEKANBARU (RP) - Sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan PT Ciliandra Perkasa Group (CLPG) baru-baru ini telah menyerahkan kebun kelapa sawit seluas 20 hektare kepada Universitas Lancang Kuning (Unilak). Kebun sawit seluas 20 hektare tersebut diharapkan kelak akan biasa membiayai operasional universitas tersebut.
Penyerahan kebun sawit tersebut dilakukan Direktur Umum PT CLPG yang diwakili Manager Umum Ir H Sapta Rayendra dan diterima Rektor Unilak Dr Sudi Fahmi SH MHum dan disaksikan Pembantu Rektor III Unilak H Aliar Syam SH MH di Pekanbaru, Rabu (13/8). ‘’Ini adalah bukti kepedulian dan komitmen perusahaan kami kepada dunia pendidikan dalam rangka pelaksanaan Community Development (CD) di bidang pendidikan. Kami akan melakukan hal semacam ini bila ada universitas lain yang berminat akan tetapi hendaklah memenuhi persyaratan-persyaratan yang ada,’’ tuturnya. Dikatakannya, di lain pihak bagi Unilak hal ini dimaksudkan untuk mencari terobosan dalam rangka otonomi perguruan tinggi yang mengharuskan perguruan tinggi sebagai badan hukum yang independen membiayai operasionalnya dengan cara yang baik tanpa harus membebani mahasiswa melalui SPP maupun biaya lainnya. Harapan ke depan, pihak Unilak mewacanakan akan mencari hamparan lahan minimal 5.000 hektare dimitrakan dengan pihak CLPG untuk membangun kebun kelapa sawit guna terjalinnya kerja sama kemitraan secara berkelanjutan antara Unilak dan PT CLPG. Menurutnya lagi, kebun kelapa sawit yang dihibahkan kepada Unilak tersebut telah ditanami tanaman kelapa sawit yang saat ini sudah berumur tiga tahun, lokasinya berada di sekitar kampus Unilak. Bagi universitas lain yang berminat CLPG akan menjembataninya dengan memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan. Syarat utamanya adalah luas lahan yang ada minimal 5.000 hektare dan yang paling utama sekali lahan tersebut sudah bebas dari berbagai persoalan. ‘’Ini menjadi persyaratan utama, jangan sampai tanah yang bersengketa nanti akan menimbulkan persoalan,’’ tuturnya.(g) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




