| Kapolres Intai SPBU Nakal |
| Rabu, 13 Agustus 2008 | |
|
Laporan MURYADI,
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
KELANGKAAN Bahan Bakar Minyak (BBM) ditengarai terjadi secara merata. Selain disebabkan kekurangan pasokan, ada pula SPBU yang mengeluh persoalan finansial. Polisi menyikapi dengan melakukan pengintaian terhadap SPBU yang nakal, yang masih melayani konsumen menggunakan jerigen. Di Bagansiapiapi, SPBU yang terletak di Batu Empat Kepenghuluan Baganpunak terjadi pembludakan konsumen antara kendaraan roda dua dan empat di pompa premium. Sementara di tanki solar, walau terjadi antrean tetapi tidak terlalu parah. Kondisi akhir yang paling mengundang perhatian adalah ketika selang pengisian saling berebut isian antara kendaraan roda dua, empat dan jerigen. Di masa seperti itu, terlihat sebuah pemadangan yang tidak mengenakkan dimana pelayanan konsumen terbagi-bagi dari yang seharusnya. Sementara di Ujungtanjung, walau terjadi antrean dan kemacetan, tetapi bukan disebabkan ulah pengisian yang saling berdesakan dengan jerigen. Melainkan karena banyaknya permintaan yang masih ditolerir secara wajar. Walau ramai, tetapi semuanya dilihat berlangsung tertib dan lancar. Berbeda di Baganbatu, antrian panjang sebabkan stok minyak terputus. Akibatnya, satu SPBU tak mampu memenuhi permintaan kosumen. Meski terdapat dua SPBU di Kecamatan Bagan Sinembah, tetapi hanya satu yang berfungsi. Satu lagi di KM3, diakui terjadi kekosongan bukan disebabkan pasokan. Melainkan disebabkan persoalan finansial internal SPBU sendiri. ‘’Yang berada di perbatasan, kondisinya aman dan lancar. Cuma karena tak mampu memenuhi pasokan permintaan yang begitu besar, akibatnya terputus,’’ kata Camat Bagan Sinembah, Suwandi SSos, Rabu (13/8). Dari dua SPBU, satu mengalami persoalan yang menurut Suwandi saat ini diupayakan penyelesaiannya. Meski begitu, tidak ada kenakalan baik disebabkan ulah petugas stasiun, maupun konsumen. Karena selalu dipantau dan dimonitor oleh pihak berwajib berdasarkan ketentuan berlaku. Kapolres Rokan Hilir AKBP Drs Rahmad Nursahid MSi mengemukakan akan melakukan pemantauan terpadu dengan menerjunkan anggotanya secara langsung ke lapangan. Menyimak sejumlah informasi soal kenakalan SPBU Bagansiapiapi yakin akan melakukan tindakan tegas bilamana terbukti melawan hukum, terutama yang melakukan pembelian menggunakan jerigen, sudah pasti dapat dijerat. Bisa-bisa, SPBU-nya ditutup,’’ tegas Rohmad.*** |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




