| Ponton Karam Halangi Alur Pelayaran |
| Rabu, 13 Agustus 2008 | |
|
SIAK (RP) - Meski muatan ponton berupa kayu akasia yang nyaris tenggelam diperairan Sungai Siak akibat kelebihan muatan sudah dipindahkan, tapi keberadaan ponton yang masih berada di tengah Sungai Siak dapat menghalangi alur pelayaran dan bahkan dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan jika nakhoda tidak berhati-hati.
Apalagi letak ponton yang nyaris karam ini berada ditikugan tajam Sungai Siak yang tak jauh dari Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah, sehingga membuat alur sungai menjadi sempit. Bahkan dikedua sisi Sungai Siak juga terdapat ponton lain yang sedang membongkar matrial bangunan milik Pemerintah Kabupaten Siak. Dari pantauan di lapangan, posisi ponton yang berada pada tikungan Sungai Siak sedikit mengarah ke tengah, dan ini dikhawatirkan jika ada dua arah kapal yang melintas di alur tersebut. Sehingga kecelakaan tidak bisa dielakan, makanya Dinas Perhubungan Siak sudah berkoordinasi dengan Sayhbandar Siak agar segera memberikan peringatan kepada perusahaan pemilik ponton agar segera memindahkan. ‘’Ponton yang nyaris karam ini memang dapat menghalangi arus pelayaran Sungai Siak. Makanya kita memita agar pihak syahbandar segera mengevakuasi tongkang itu untuk tidak berada ditikungan tajam Sungai Siak. Karena jika dibiarkan akan membuat kapal lain menabraknya,’’ ujar Kasubdin Perhubungan Darat Drs L Budiyuono kepada Riau Pos, Rabu (13/8) di Siak. Dikatakan Budi, sampai saat ini belum diketahui siapa pemilik ponton tersebut, tapi pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan petugas Syahbandar Siak agar memberikan peringatan kepada setiap kapal maupun speedboat yang lewat agar hati-hati. Karena ponton yang sudah tenggelam sebagai lambungnya ini berada di tengah sungai, ditambah lagi posisi sungai yang berbelok ini menambah alur menjadi sempit. Makanya Budi meminta agar pemilik ponton segera memindahkan posisi ponton, sehingga tidak menghalangi kapal-kapal lain yang akan melewati jalur Sungai Siak. Apalagi jika pelayaran ini dilakukan malam hari, maka kecelakaan ini akan semakin besar terjadi jika nakhoda kapal tidak berhati-hati.(ksm) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




