| Segera Pelatnaskan Bulutangkis Junior |
| Rabu, 13 Agustus 2008 | |
|
JAKARTA (RP) - PB PBSI benar-benar mendapatkan pelajaran berharaga dari Kejuaraan Asia Kelompok Umur 16 (KU-16) di Brunei Darussalam yang berakhir Ahad (10/8) lalu. Sebab, tanpa kehadiran Cina, Indonesia hanya menuai satu emas, tiga perak, dan tiga perunggu dari ajang tahunan itu.
‘’Ternyata tanpa Cina pun kita sudah keteteran. Kalau terus dibiarkan kita tidak akan mudah mendapatkan emas pada Youth Olympic 2010 di Singapura nanti,’’ keluh Jacob Rusdianto, kabid organisasi dan pembinaan daerah PB PBSI, di Jakarta, kemarin (12/8). Kewaspadaan Indonesia semakin perlu ditingkatkan karena negara-negara lain tak mengirimkan pemain berusia tepat di bawah 16 tahun, tetapi banyak di antaranya yang sudah berani menjajal pemain berumur 13-14 tahun dalam ajang tersebut. Sebaliknya, tim Merah Putih diperkuat pemain yang berusia 15 tahun. Para pemain itu pulalah yang disiapkan untuk terjun dalam Olympic Youth nanti. ‘’Kalau hanya berlatih biasa seperti selama ini dengan dipasrahkan kepad aklub-klub, berat rasanya untuk memperbaiki prestasi,’’ terang Jacob. Maka, dia berencana untuk mencari terobosan baru menggenjot kemampuan pemain-pemain muda tersebut. Salah satunya dengan pelatnas KU-16. Namun, rencana itu tidak dapat serta merta dilaksanakan. Sebab, Kabid Binpres PB PBSI Lius Pongoh yang bertanggung jawab untuk menyusun program latihan tengah mendampingi pemain-pemain senior yang bertanding di Olimpiade 2008 Beijing. ‘’Saya belum tahu akan seperti apa bentuknya nanti, tetapi tidak bisa lagi persiapan menuju Youth Olympic hanya dipasrahkan kepada klub-klub seperti sebelumnya,’’ ungkap Jacob. Dia berharap pelatnas KU-16 segera dimulai, meski Cipayung sebagai pusat latiahn bulu tangkis tidak memiliki program untuk kelompok umur tersebut. Beberapa alternatif dibeberkan Jacob, seperti pelatnas di daerah ataupun pelatihan di salah satu klub besar di tanah air. Dengan program itu, dia berharap kemajuan kualitas pemain muda semakin terpantau. Selain itu, Jacob tak bisa memungkiri pemain Indonesia sangat kurang jam terbang pada turnamen internasional.(vem/jpnn) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




