| Kapolri Pantau Insiden Bintang Kejora Wamena |
| Rabu, 13 Agustus 2008 | |
|
JAKARTA (RP)-Insiden pengibaran bendera bintang kejora di Wamena Papua akhir pekan lalu dipantau langsung oleh Kapolri Jenderal Pol Sutanto. Mabes Polri juga sudah mengirim tim untuk membantu Polda Papua.
‘’Kami sedang menyelidiki kasus tersebut,’’ ujar Kepala Polisi Republik Indonesia Jenderal Pol Sutanto usai pembukaan Forum Koordinasi dan Konsultasi tentang Strategi Pengamanan Pemilu 2009 di Hotel Sari Pan Pacific Jakarta kemarin ( 12/08). Insiden Wamena terjadi bertepatan dengan peringatan Hari Suku Pribumi Internasional Sabtu (9/8), beberapa orang mengibarkan bendera Bintang Kejora. Bendera tersebut dikibarkan berdampingan dengan bendera PBB, bendera Merah Putih, dan bendera putih bertulisan SOS. Polisi menyebut peringatan yang diadakan Dewan Adat Papua (DAP) itu sebagai tindakan ilegal. Sebab, peringatan tersebut diselenggarakan tanpa seizin Polda. Namun, DAP nekat melakukannya. Bahkan, mereka menghalangi petugas yang hendak menurunkan bendera Bintang Kejora. Sepatu Kapolres Jayawijaya yang memimpin penurunan bendera itu terkena anak panah. Polisi juga memeriksa panitia penyelenggara dan para pengurus West Papua Interest Association (WPIA) yang diduga mendukung kegiatan tersebut. Satu korban jatuh bernama Anthonius Tabhuni diduga terkena peluru nyasar. Sutanto tidak mau berspekulasi soal hubungan kasus Wamena dan surat dari kongres AS pada SBY yang memintapembebasan dua orang pengibar bendera Bintang Kejora . ‘’Kami sedang menyelidiki kasusnya itu sendiri, sebelum selesai, kami tidak bisa menduga-duga ada keterkaitan surat kongres AS dengan Wamena,’’ katanya. Yang jelas tim Mabes Polri sudah berada di lokasi . Tim yang tiba Senin ( 11/08) malam WITA itu terdiri dari petugas Puslabfor, Dir I Bareskrim Mabes Polri dan Baintelkan Mabes Polri. ‘’Nanti ya, kalau ada perkembangan laporan tentu akan ada update,’’ katanya.(tof/jpnn) |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




