| Tongkang Kayu Akasia Tabrakan |
| Selasa, 12 Agustus 2008 | |
|
Laporan Abu Kasim,
Alamat e-mail ini dilindungi dari spambot, anda harus memampukan JavaScript untuk melihatnya
MASIH tingginya arus transportasi di perairan Sungai Siak membuat semua pihak harus hati-hati, terutama terhadap nakhoda kapal yang melintas di perairan ini. Karena jika tidak hati-hati bakal terjadi kecelakaan. Ini terbukti, Senin (11/8) sekitar pukul 16.30 WIB, dua unit tongkang bermuatan kayu aksia saling bertabrakan dan nyaris karam di Sungai Siak. Diduga tongkang bermuatan kayu aksia yang akan dibawa ke arah Perawang kelebihan tonase, sehingga pada saat tikungan Sungai Siak di depan Kantor DPRD Siak, terjadi benturan keras yang tidak bisa di elakan. Satu unit tongkang yang ditarik dengan tugboat sempat tenggelam dibagian tengah dan kayu berserakan ke sungai. Sampai Selasa (12/8), pihak perusahaan yang belum diketahui pemiliknya sudah mengirimkan tongkang lain untuk memindahkan kayu ke tongkang yang baru mengalami kecelakaan. Dua unit alat berat yang berada di atas tongkang langsung melakukan evakuasi, dan sekitar pukul 13.00 WIB, evakuasi kayu ke tongkang lain rampung dilakukan dan kapal tingkang kembali berlayar menuju ke Perawang. ‘’Mungkin tongkang kelebihan muatan, sehingga pada saat berada ditikungan tidak bisa dikendalikan, sehingga tongkang menghatam tongkang lain yang saat itu sedang berselisih berlawanan arah,’’ ujar Udin ABK tongkang yang dijumpai wartawan. Terhadap kejadian itu, sempat membuat pelayaran kapal-kapal lain yang melintas di Sungai Siak sempat terkendala beberapa jam. Tapi setelah tongkang berhasil ditepikan, barulah kapal-kapal lain berhasil melintasi Sungai Siak menuju Pekanbaru maupun sebaliknya. Terhadap peristiwa itu, Kepala Syahbandar Siak Tengku Herman yang dikonfirmasi Riau Pos, Selasa (12/8) mengaku, dalam beberapa hari ini sudah ada dua kejadian tongkang yang mengalami kecelakaan. Tapi pihaknya belum mengetahui secara pasti kejadian tongkang yang bertabrakan di Sungai Siak yang tak jauh dari Jembatan Siak. Tapi kata Herman, pihaknya sudah memerinta anak buahnya untuk melakukan pengecekan kelapangan dan meminta kepada nakhorda kapal agar lebih berhati-hati. Karena kondisi Sungai Siak yang semakin dangkal dan menyempit membuat kecelakaan tidak bisa terhidar. ‘’Untungnya dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa, tapi jika ini sering terjadi maka akan membuat masyarakat khawatir, karena mereka menggunakan transportasi sungai untuk bepergian,’’ ujarnya.*** |
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




